0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Seorang Da i Harus Mampu Manjadi Contoh Yang Baik, Bukan Sebaliknya

Ringkasan: Kampar (Inmas) – Seorang da’i harus mampu menjadi contoh yang baik, bukan sebaliknya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab.

Kampar (Inmas) – Seorang da’i harus mampu menjadi contoh yang baik, bukan sebaliknya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kampar Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Bangkinang Kota, dalam kata sambutannya pada acara Silaturrahim Imam dan Da’i se-Kabupaten Kampar, hari jum’at (12/08), di Hotel Bangkinang Baru. Acara ini ditaja oleh MUI Kab. Kampar dan dihadiri oleh puluhan Imam dan Da’i .


Fairus mengatakan, seorang da’i dalam menyampikan tausiyah, hendaknya memberikan kesejukan terhadap jema’ahnya, bukan menciptakan kerusuhan atau pertentangan dikalangan jema’ah. Jika ada da’i yang kehadirannya hanya menciptakan pertentangan dikalangan umat, (yang hanya membahas masalah khilafiyah), yang menganggap dirinya saja yang benar, lalu menyalahkan orang lain, atau membida'ah-bida'ahkan orang lain,yang pada akhirnya pengurus dan jema’ah masjid menjadi resah, laporkan segera ke Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, atau melalui Kepala KUA, kita akan tindak lanjuti.


Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, karena dengan masalah ini akan merusak orang satu Masjid, bahkan satu kampung atau Desa. Sampaikanlah tausiyah atau ceramah yang intinya menyatukan ummat, (bukan memecah belah ummat), yang tujuannya bagai mana umat Islam ini bisa bersama-sama memakmurkan Masjid, dan mengahadiri majelis-majelis taklim. Ciptakanlah suasana yang nyaman, aman , dan tentram, agar jema’ah kita ini bisa khusu’ dalam beribadah kepada Allah Swt.


Kepada lembaga-lembaga dakwah, atau para da’i untuk terus meningkatkan kualitas dakwahnya, dengan cara membuat format silabus/kurikulum materi dakwah yang komperhensif dengan memprioritaskan Al-Ushul Qobla Al-Furu’, Al-Mabadi’ Al-Islamiyah, dan Al-‘Aqaid Al-Islamiyah, sehingga para da’i ini nantinya bisa semakin professional dalam melayani ummat, pungkas Fairus. (Ags)