0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Penobatan Bupati Kampar Sebagai Sultan Kampa Ke XIV, Akan Mengangkat Marwah dan Jati Diri Melayu

Ringkasan: Kampar (Inmas) - Penobatan Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM, Sebagai Sultan Kampa Ke XIV, akan mengangkat marwah dan jati diri melayu. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, saat menghadiri acara Penobatan Bupati Kampar Sebagai Sultan...
Kampar (Inmas) - Penobatan Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM, Sebagai Sultan Kampa Ke XIV, akan mengangkat marwah dan jati diri melayu. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, saat menghadiri acara Penobatan Bupati Kampar Sebagai Sultan Kampa Ke XIV, hari senin (26/03/2018) di Balai Adat Kampa. Penobatan Bupati Kampar Sebagai Sultan Kampa Ke XIV tentunya akan menyambung kembali mata rantai sejarah yang sudah sekian lama terputus. Langkah yang diambil oleh tokoh masyarakat dan ninik mamak yang telah sepakat untuk memilih sosok yang tepat menjadi pemimpin dan penerus kesultanan kerajaan Kampa yang ke 14. Dengan dilaksakannya musyawarah serta mempertimbangkan latar belakang silsilah ketuanan, latar belakang pendidikan, latar belakang Agama, dan Adat, sikap dan tindak tanduk serta prestasi yang dimiliki, maka pilihan ninik mamak dan tokoh masyarakat Kampar menjatuhkan pilihan kepada Bapak H. Aziz Zainal, S.H.,M.M (sekarang Bupati Kampar) sebagai penerus kesultanan kerajaan Kampa yang ke 14. Untuk dinobatkan menjadi Sultan Kampa ke 14 dengan gelar Sultan Khalifatullah Akhirulzaman. Ini sebagai bukti dan fakta nyata bahwa kerjaan Kampa benar-benar ada dan pernah menghiasi lembaran emas sejarah di bumi Melayu Riau. Raja Kampa terakhir Sultan Adli Syah semasa ia berkuasa beliau tinggal di Istana kebesarannya di pekan tua Kampa. Bekas lokasinya di pelataran SDN Kampa Sekarang. Istana tersebut masih berdiri dan dapat disaksikan, sebelum dirobohkan 1950an. (bekas istana masih ada) Masjid Raja Kampa (Masjid Kubro) masih ada dan berdiri kokoh sampai sekarang ini mirip seperti masjid Jami' Air Turis, Masjid Tua Demak dan Masjid Tua di Malaka. Lokasinya di Desa Kampa lebih kurang 15 Km dari jalan raya. Cap mohor raja / sultan Mahmud Syah Khalifatullah Akhiruzaman terbuat dari perak, dengan tangkai ukiran seperti tanduk yang terbuat dari perak berukir, bermotif Melayu dan Arab. Cap inilah yang menjadi bukti bahwa sultan Malaka terakhir (1511 M) pernah jadi Sultan kerajaan Kampa (1526-1528 M). Cap kerajaan berbentuk lingkaran bulat pipih, terbuat dari besi/logam. Cap ini dianggap aneh karena terdapat tulisan di bagian muka dan bagian belakangnya. (sampai sekarang belum ada yang bisa membacanya.). kalau dilihat tulisannya adalah tulisan bergaya Arab Kufi. Dan masih banyak lagi bukti-bukti sejarah lainnya. Mudah-mudahan dengan Penobatan Bupati Kampar Sebagai Sultan Kampa Ke XIV, Akan Mengangkat Marwah dan Jati Diri Melayu dan menjadi icon objek wisata di Bumi Serambi Mekkahnya Prov. Riau, pungkas Alfian. (Ags/Usm)