Kampar (Inmas) – Pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-47 tahun 2016 tingkat Kab. Kampar, Kec. Kampar raih juara umum. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, pada acara malam penutupan MTQ, hari senen (30/05), di Kec. Salo. Acara tersebut resmi ditutp oleh Sektretaris Daerah ( Sekda) Kab. Kampar Drs H Zulfan Hamid, dan dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, Ketua LPTQ Kab. Kampar, dan para undangan lainnya.
Fairus mengatakan, Kec. Kampar ini berhasil mengumpulkan nilai sebanyak 34 poin. Untuk juara II diraih oleh Kec. Kampar Timur dengan perolehan nilai 33 poin, dan juara III dirai oleh Kec. Kampar Kiri Hulu dengan perolehan nilai 29 poin. Untuk harapan I diraih oleh Kec. Perhentian Raja dengan perolehan nilai sebanyak 28 poin. Harapan II diraih oleh Kec. Kampar Kiri tengah dengan perolehan nilai 25 poin, dan harapan III dirai oleh Kec. Kampar Utara dengan perolehan nilai 23 poin.
Mudah-mudahan dengan Pelaksanaan MTQ yang merupakan sebuah wahana dalam rangka memacu pengembangan tilawah, hafalan serta pendalaman isi Al Qur’an ini, tidak berhenti sampai disini. Kegiatan yang bersifat kolosal dan sarat dengan syiar Islam ini akan menjadi sia-sia dan percuma saja apabila tidak meninggalkan bekas dan pengruh di tengah masyarakat.
Untuk itu, diperlukan perhatian, keterlibatan dan tanggungjawab seluruh komponen umat dan jajaran Pemerintah, agar penyelenggaraan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an ini memberi bekas dan pengaruh positif yang tampak dan dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan kehidupan bangsa kita ke depan, harapa Fairus.
Kepada para Qari-Qari’ah, Hafizh-Hafizhah, Mufassir-Mufassirah yang meraih peringkat juara dalam MTQ ini saya ucapkan selamat dan semoga prestasi ini bisa dipertahankan di masa mendatang. Bagi anggota kafilah yang belum berhasil menunjukkan prestasinya dalam MTQ ini, agar terus berlatih dan memacu diri untuk berprestasi di kesempatan-kesempatan yang akan datang. Saya mengingatkan, baik kepada yang menang maupun yang belum, bahwa semangat bermusabaqah untuk meraih penghargaan tidak selayaknya sampai menggeser niat ikhlas untuk meningkatkan syiar Al Qur’an, dan membudayakannya dalam kehidupan umat Islam di tanah air kita, terutama di bumi serambi Mekkahnya Prov. Riau ini, pungkas Fairus. (Ags)
(edit:vera)