0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Mari Kita Deteksi Secara Dini Paham Dan Aliran Keagamaan

Ringkasan: Kampar (Inmas) Walaupun di Kabupaten Kampar saat ini masih aman-aman saja menyangkut masalah paham dan aliran keagamaan, tetapi tidak menutup kemungkinan kedepannya akan nada aliran dan paham keagamaan yang menyimpang dan meresahkan kita . Untuk itu, mari kita deteksi dan kita identifikasi secara di...
Kampar (Inmas) – Walaupun di Kabupaten Kampar saat ini masih aman-aman saja menyangkut masalah paham dan aliran keagamaan, tetapi tidak menutup kemungkinan kedepannya akan nada aliran dan paham keagamaan yang menyimpang dan meresahkan kita . Untuk itu, mari kita deteksi dan kita identifikasi secara dini paham atau aliran keagamaan ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, dalam acara rapat deteksi dini dan identifikasi paham dan aliran keagamaan tahun 2018, Zona 1 Pekanbaru, Kampar dan Rokan Hulu, hari selasa (11/04/2018) di Aula mini Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Urais dan Binsyar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs H Irhas MA, dan puluhan undangan lainnya dari Zona 1. Alfian mengatakan, Fenomena munculnya berbagai pemikiran paham aliran dan gerakan keagamaan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, di satu sisi dinilai positif sebagai salah satu indikator kebebasan beragama. Namun disisi lain menimbulkan keresahan di tengah masyarakat negeri ini. Untuk Itu dengan diadakannya acara ini, hendaknya mampu menampung aspirasi berbagai masalah keagamaan dan dapat menghasilkan suatu solusi yang menyejukkan. Dalam mendeteksi dini dan mengidentifikasi paham dan aliran keagamaan ini, peran atau keberadaan Penyuluh Agama Islam (PAI) sangat menentukan. PAI jangan hanya sebatas berceramah atau mengajar mengaji saja. PAI harus menjadi penggerak kegiatan kegamaan dan bahkan sosial kemasyarakatan, tegas Alfian. Penyuluh Agama harus pro aktif dalam mengidentifikasi paham radikal yang berkembang ditengah masyarakat itu. Ada tiga pendekatan dakwah yang bisa digunakan oleh PAI dalam menangkal gerakan radikal tersebut. 3 pendekatan tersebut adalah Metode dakwah dengan lisan (Billisan), Kedua metode dakwah bil hikmah, ketiga metode dakwah bil Mauidho Hasanah. Ketiga pendekatan tersebut dapat dilakukan oleh para penyuluh kita jika ditemukan di lapangan segala kekhawatiran tentang perkembangan paham paham keagamaan yang menyimpang, pungkas Alfian. (Ags/Usm)