Kampar (Inmas) – Luruskan niat dalam menunaikan ibadah haji. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, saat memberikan evaluasi pelaksanaan manasik haji tingkat Kab. Kampar pada hari pertama (paket Umrah), hari selasa (02/08), di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang Kota. Hadir dalam acara tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Muhammad Hakam MAg, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, Para Panitia dan seluruh JCH kab. Kampar tahun 2016.
Fairus mengatakan, Anggaplah ibadah haji tahun ini adalah ibadah haji yang pertama dan terakhir bagi kita. Oleh karena itu, luruskan niat hanya semata-mata mengharapkan ridho Allah Swt. Perlunya kita meluruskan niat dalam menunaikan ibadah haji ini adalah untuk menjaga kekhusukkan kita dalam melaksanakan rangkain ibadah haji, mulai dari rukun haji maupun wajib haji. Mengingat, Menunaikan ibadah haji ini adalah sesuatu yang amat dirindukan oleh setiap umat Islam, bahkan oleh orang-orang yang telah menunaikan ibadah haji berkali-kali sekalipun.
Untuk itu, bagi yang dimudahkan Allah Swt untuk bisa menunaikan ibadah haji tahun ini, mari kita pergunakan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Sebab, belum tentu kesempatan menunaikan ibadah haji itu datang untuk kedua kalinya. Sebab, bagi Jemaah Haji yang sudah menunaikan Ibadah Haji, baru bisa mendaftar 10 tahun kemudian, dan perlu diketahui, daftar tunggu JCH hinga saat ini , daftar haji tahun ini, baru bisa berangkat ketanah suci sekitar tahun 2033, jelas Fairus.
Oleh karena itu, kepada seluruh JCH untuk senantiasa mengikuti acara mansik haji ini dengan sebaik-baiknya, seraya juga mempersiapkan fisik (kesehatan) dengan cara menjaga pola makan. Sebab, ibadah haji adalah salah satu ibadah yang mengandalkan fisik. Kemudian yang perlu kita perhatikan adalah dokumen, mulai dari paspor, Dokumen Administrasi Perjalanan Ibadah Haji (DAPIH), Buku Kesehatan, hingga Gelang Identitas untuk di jaga dengan sebaik-baiknya. Sebab, andai kata hilang dokumen tersebut, tentu ini akan menjadi masalah yang akan mengakibatkan kita batal untuk berangkat ke tanah suci tahun ini, tutup Fairus. (Ags)