0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Laksanakan Sholat Idul Adha Di Masjid Jami Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar

Ringkasan: Kampar (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg dan Keluraga melaksanakan Sholat Idula Adha 1439 H /2018 M, di Masjid Jami Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar, hari rabu (22/08/2018). Sholat Idul Adha tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM, yang...

Kampar (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg dan Keluraga melaksanakan Sholat Idula Adha 1439 H /2018 M, di Masjid Jami Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar, hari rabu (22/08/2018). 

Sholat Idul Adha tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM, yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. Yusri, M.S.i Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri, Kepala Dinas Kesehatan Nurbit, Kepala PMD Kabupaten Kampar dan beberapa orang Kepala Organisasi Perangkat Daerah serta diikuti jemaah Masjid Jami Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar.

Sholat Hari Raya Idul Adha tahun ini, yang bertindak sebagai Imam Ustadz Taufik Akbar dan Khatib Fikri Mahmud, Lc.MA. Dalam keasempatan tersebut Alfian mengucapkan selamat hari raya idul adha 1439 H. Semoga dengan semangat berqurban, ketaqwaan kita semakin meningkat dan semangat kebersamaan atau silaturrahim kita terus terjaga. Sehingga kita terus bisa berbagi dengan keluarga, sanak saudara, tetangga atau jiran kita, dalam rangka memupuk tali silaturrahim kita dan mensyukuri nikmat Allah Swt.

Jika kita kaji sejarah berqurban ini, tentunya hal ini bisa menjadi inspirasi tak bertepi buat kita dalam untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Yang mana betapa besarnya pengorbanan Nabi Ibrahim As, dan keluarganya dalam menunaikan perintah Allah Swt. 

Nabi Ibrahim sanggup mengorbankan anak satu-satunya, yang lama ia rindukan kehadiranya. Nabi Ismail-pun dengan ikhlas menerima dirinya untuk diqurbankan, sedangakan sang ibunya, Siti Hajar dengan rela menerima perintah Allah Swt, walaupun Iblis terus menggodanya. Namun  tidak sedidkitpun menyurutkan keimanannya kepada Allah Swt.

Berbeda dengan kita saat ini, kita hanya diminta untuk mengorbankan sedikit harta kita saja, kita tidak sanggup. Apa lagi Allah Swt meminta yang lebih dari itu. Untuk itu, sekali lagi mari kita jadikan kisah pengorbanan Nabi Ibrahim As dan keluarganya, menjadi pelajaran yang berharga buat kita. Agar kedepan kita bisa lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Swt dan bisa berqurban, pungkas Alfian. (Ags/Usm)