0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Jauhi Gejala Disintegrasi Atau Perpecahan

Ringkasan: Kampar (Inmas) Jauhi gejala disintegrasi atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan bangsa ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Ketua Forum Kerukunan U...

Kampar (Inmas) – Jauhi gejala disintegrasi atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan bangsa ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, didampingi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kampar H Zulhermis SH, dalam acara Dialog Lintas Agama, hari kamis (18/10/2018) di Aula mini Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.

Alfian megatakan, melihat kondisi sekarang ini, secara lahiriyah keadaan kerukunan umat beragama masih dalam keadaaan aman dan damai. Akan tetapi dengan mensinyalir bahwa kondisi sekarang bangsa Indonesia saat ini, ada semacam gejala disintegrasi atau keadaan tidak bersatu padu yang menghilangnya keutuhan atau persatuan serta menyebabkan perpecahan bangsa ini.

Disentegrasi yang menghantui bangsa ini, bisa muncul dari berbagai sumber. Kebhinekaan yang diaanggap sebagai kekayaan bangsa baik dari segi etnik yang berjumlah puluhan budaya bangsa, adat istiadat, bahasa dan agama serta berbagai kepercayaan yang ada, ternyata mempunyai sisi yang rawan berupa potensi perpecahan yang implikasinya yang sangat luas dan mendalam.

Ditambah lagi dengan adannya isu-isu dari berbagai media sosial (Medsos), tentu banyak pemberitaan yang sifatnnya hanya memprovokasi sehingga mengakibatkan terjadinya perpecahan. Oleh karena itu, peran dari berbagai tokoh agama inilah yang sangat diperlukan untuk bisa meneyejukan isu-isu yang bisa mengakibatkan terjadinnya konflik/perpecahan.

Untuk itu, saya mengajak kepada semua pihak, untuk membangun bersama jejaring antara umat beragama yang ada di Kab. Kampar ini, baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu maupun Budha, tetap saling menjaga toleransi antar umat beragama agar daerah yang kita cintai ini tetap aman dan terjaga dengan baik.

Dengan adannya dialog lintas agama seperti ini, mudah-mudahan dapat memberikan masukan akan gagasan kerukunan antar umat beragama, karena dengan dialog maka kita akan saling kenal, saling memahami dan menambah pengetahuan. Ini sangat penting, karena kasus-kasus kerusuhan dan kekurang harmonisan penganut agama tidak terlepas dari pimpinan antar agama yang kurang saling mengenal, pungka Alfian. (Ags/Usm)