Kampar (Humas) - Hari raya Idul Fitri adalah momentum yang tepat untuk mempererat tali silaturrahim. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg dalam acara silaturrahim dirumah salah satu Pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Hj Dasnawilis SAg (istri dari H Zulkifli Syukur MAg) hari kamis (07/08) di Jalan M.Yamin SH Kec. Bangkinang Kota.
Fairus mengatakan, di hari raya idul fitri ini mari kita hapuskan dosa-dosa kita baik itu kepada teman, saudara kita, karib kerabat kita, maupun tetangga kita dengan cara saling berkunjung dan saling meminta maaf (fakfu wasfahu) serta saling mendoakan.
Karena dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Salman al-Farisi, Rasulullah SAW bersabda :“Seorang muslim ketika bertemu dengan saudaranya seiman, lalu diambilnya tangan saudara bersalaman, maka dosa-dosa keduanya berjatuhan laksana jatuhnya daun-daun dari pepohonan kering di saat angin berhembus, dosa-dosa keduanya diampuni meskipun sebanyak buih lautan” (H.R. Thabrani), jelas Fairus.
Lebih lanjut Fairus mengatakan, Bulan Syawal jika dilihat dari arti kata yakni peningkatan. Rasanya menjadi sangat tepat, Setelah sebulan penuh kaum beriman menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan, yang diharapkan dari ibadah itu agar meraih derajat taqwa, maka dengan bersambung Bulan Syawal, maka makna itu terasa ialah agar terjadi peningkatan. Seolah-olah nama bulan ini mengingatkan bagi siapapun, bahwa seharusnya setelah menjadi bertaqwa maka seseorang atau sekelompok orang harus menampakkan diri, ada peningkatan kualitas hidupnya.
Setidak-tidaknya tatkala memasuki Bulan Syawal, ada harapan agar terjadi peningkatan kualitas, ialah kualitas ketaqwaan bagi mereka yang berpuasa. Jika hal itu ingin dilihat secara nyata, maka akhlak orang-orang yang telah berpuasa menjadi meningkat, tempat-tempat ibadah semakin semarak karena jama’ahnya juga meningkat, orang-orang yang berkesusahan menjadi bisa tersenyum, lantaran persoalan mereka terselesaikan oleh karena munculnya banyak orang yang semakin sadar membayar infaq. Sehingga, memasuki Bulan Syawal kehidupan menjadi semakin lebih baik dan damai, karena dihiasi oleh akhlaq yang mulia, kedekatan dengan Allah, dan juga dengan sesama makhluk. Akhirnya Bulan Syawal menjadi bulan yang sangat indah, pungkas Fairus. *** (Ags)