Kampar (Humas) – Hisab dan Rukyat dibutuhkan setiap tahun, bahkan sepanjang tahun. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA saat memberikan materi yang berjudul “Tugas Dan Fungsi Kementerian Agama Tentang Hisab Rukyat Dan Penentuan Arah Kiblat” dihadapan puluhan peserta Orientasi Hisab dan Rukyat dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar tahun anggaran 2014 hari selasa (03/06) di Wisma Angga Kecamatan Bangkinang Kota.
Fairus mengatakan, Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender hijriyah. Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).
Rukyat ini dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya. Sedangkan Hilal adalah penampakan bulan yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi / ijtimak, terang Fairus.
Lebih lanjut Fairus menerangkan, kegiatan yang sering dilakukan oleh Kementerian Agama adalah melaksanakan rukyatul hilal dan melaksanakan sidang itsbath bersama ormas islam. Tugas dan fungsi kementerian agama tentang hisab rukyat ini menetapkan awal bulan hijriyah, Mensosialisasikan jadwal sholat dan puasa, dan melakukan bimbingan dan pembinaan terhadap tenaga hisab rukyat .
Sementara itu, Kementerian Agama juga sering melakukkan penentuan arah kiblat. Kiblat ini berasal dari bahasa Arab yang bermakna arah yang merujuk ke suatu tempat dimana berada bangunan Ka’bah yang terletak di tengah-tengah Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Ka’bah ini juga sering disebut dengan Baitullah (Rumah Allah), tutup Fairus. *** (Ags)