Kakan Kemenag Kampar Hadiri Acara Rakerda LPTQ Prov. Riau
Ringkasan:
Kampar (Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur an (LPTQ) Provinsi Riau Tahun 2018, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, hari minggu (11/2/2018).
Kampar (Inmas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Riau Tahun 2018, di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru, hari minggu (11/2/2018).
Acara tersebut dihadiri Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekdaprov Riau, H Ahmad Hijazi M SI, Ketua LPTQ Nasional Prof Dr Said Agil Al Munawwar, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, Asisten I yang juga merupakan Ketua Umum LPTQ Riau, H Ahmad Syah Harrofie, dan seluruh peserta Rakerda LPTQ 2018.
Alfian mengatakan, dalam Rakerda LPTQ tahun ini, juga diadakan acara launching Al-Qur’an Center Provinsi Riau. Adapun tema yang di usung “Dengan Rakerda LPTQ, Kita Rajut Kebersamaan dalam Meningkatkan Mutu Pembangunan Keagamaan dan Insan Qur’ani di Provinsi Riau,”.
Alfian mengatakan, ada 3 hal yang disampaikan Gubri yang diwakili oleh Sekdaprov Riau, H Ahmad Hijazi M SI. Pertama melalui LPTQ tersusun program-program kegiatan yang berorientasi kepada peningkatan cinta Alquran bagi seluruh masyarakat Riau dan ini sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah Provinsi Riau, sebagaimana Visi Riau 2020 mengamanatkan agar Riau menjadi pusat perekonomian kebudayaan dalam lingkungan masyarakat yang agamis. Tema masyarakat agamis itu salah satu yang kita rumuskan dalam misi bagaimana mengembangkan Alquran, ini yang menjadi konsen kita.
Kedua, LPTQ bisa merumuskan program-program kegiatan yang berorientasi kepada peningkatan kualitas tilawah Alquran dan meningkatkan jumlah hafiz-hafizah di Riau termasuk pemahaman peningkatan peningkatan ilmu alquran seperti tafsir dan sebagainya Sehingga betul-betul menjadi sebuah program yang berorientasi kepada peningkatan pemahaman kualitas Alquran. Ketiga membangun sarana prasarana pembinaan dan pengembangan Alquran, pungkas Alfian. (Ags/Usm)