0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Hadiri Acara Puncak HSN Tingkat Prov. Riau Di Rohul

Ringkasan: Kampar (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, menghadiri langsung acara Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Riau Ke - 4 Tahun 2019 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), hari Minggu (27/10/19) di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.Selain orang no...

Kampar (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian MAg, menghadiri langsung acara Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Riau Ke - 4 Tahun 2019 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), hari Minggu (27/10/19) di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu.

Selain orang nomor 1 di Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, acara puncak HSN tersebut juga dihadiri Kepala Subbag Tata Usaha H Fuadi Ahmad SH MAB, Seluruh Kepala Seksi (Kasi), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Kepala Pondok Pesantren atau Madrasah dan  perwakilan santri dari Ponpes yang ada di Kab. Kampar. 

Pada Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Riau H. Syamsuar MSi, yang langsung bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr H Mahyudin MA, Kapolda Riau, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Pusat Prof. Dr. H. Said Agil Siraj, Kepala Lapas, Kepala Kejaksaan Riau, Ketua Pengadilan Agama, Ketua PWNU Prov. Riau, Bupati Rokan Hulu, dan ribuan undangan lainnya.

Alfian usai mengikuti Upacara HSN tersebut memaparkan, bahwasanya ada Sembilan poin yang menjadi inti dari Hari Santri tahun ini. Sembilan poin tersebut adalah : pertama, kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. kedua, metode mengaji dan mengkaji. Ketiga, para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Keempat, Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri.

Kelima, gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur pesantren. Keenam, lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius. Ketujuh, merawat khazanah kearifan lokal. Kedelapan, Prinsip maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren. Kemudian yang kesembilan, penanaman spiritual, ungkap Alfian. 

Semoga, melalui tema “ Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia”, dapat kita wujudkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga Pesantren sebagai laboratorium perdamaian, tempat menyemai ajaran Islam Rahmatanlilalamin, pungkas Alfian. (Ags/Usm/Mjs)