Kampar (Humas) – Bulan Ramadhan bak madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahunnya. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA saat memberikan Tausiyah atau Kuliah tujuh menit (Kultum) pada hari kedua Ramadhan di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar setelah Sholat Fardhu Dzuhur.
Hadir dalam Tausiyah tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, seluruh Kasi dan para staf dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Fairus mengatakan, Bulan Ramadhan ini memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki. Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.
Untuk itu, setiap Muslim hendaknya mengantisipasi kehadiran bulan bertaburan berkah ini dengan mempersiapkan diri, mengoptimalkan daya dan upaya meraih hari esok yang lebih baik (Al-Hasyr:18)
Lebih lanjut Fairus mengatakan, bulan Ramadhan bila dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur, dapat menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, sehingga yang diutamakan bukan hitungan rasional-matematis saja, tetapi ikut ‘merasakan’ derita dan jeritan orang-orang Fakir dan miskin.
Oleh karena itu, perlu kiranya bagi kita untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat Al-Baqarah:183, bahwasanya yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan saja, melainkan juga diluar bulan suci Ramadhan, tutup Fairus. (Ags)