Kampar (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, didampingi Kasi Penyelenggara Kristen Muhal Simanungkalit SPAK, membuka acara pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar tahun 2016, hari kamis (08/09) di Hotel Nirvana, Kecamatan Bangkinang Kota. Acara ini diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari guru-guru Agama Kristen.
Dalam arahannya Fairus menghimbau kepada seluruh peserta pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen tahun ini, untuk betul-betul mengikuti acara ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini harus dilakukan agar acara ini bisa bermanfaat dan tepat sasaran serta nantinya bisa melahirkan guru-guru yang berkualitas, profesional dan berkarakter.
Seperti kita ketahui bersama, Guru memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Keadaan tersebut kedudukan guru yang tidak dapat digentikan dengan media apapun, sehingga keberadaannya sebagai ujung tombak pembelajaran harus tetap ada. Beberapa fungsi guru sehubungan dengan tugasnya selaku pengajar adalah guru sebagai informator, organisator, motivator, pengarah, inisiator, transmiter, fasilitator dan mediator, terang Fairus.
Mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang bernilai tinggi bagi pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Komponen-komponen peningkatan mutu yang ikut andil dalam pelaksanannya adalah penampilan guru, penguasaan materi/kurikulum, penggunaan metode mengajar, pendayagunaan alat/fasilitas pendidikan, penyelengaraan pembelajaran dan evaluasi dan pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler, jelas Fairus.
Permasalahan-permasalahan guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran berhubungan dengan masih adanya guru yang memiliki kualifikasi pendidikan kurang, sikap profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas masih rendah, persiapan guru untuk melaksanakan pengajaran yang kurang mantap, masih sering terdapatnya rentang perolehan nilai siswa yang cukup jauh dalam setiap mata pelajaran, masih terdapatnya siswa yang memiliki nilai merah untuk mata pelajaran tertentu, kurangnya memanfaatkan media dan sumber belajar dan masih rendahnya sikap inovatif serta kreativitas mengajar guru, ucap Fairus.
Untuk mencapai mutu pembelajaran terlebih dahulu guru harus membekali diri dengan sejumlah kompetensi dalam bidang pengajaran baik yang dilakukan oleh diri sendiri maupun bantuan kepala sekolah. Kegiatan pembekalan tersebut dilakukan secara kontinyu seiring dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan dunia pendidikan, sehingga pada akhirnya akan membentuk sikap lebih profesional dari guru itu sendiri. Oleh karena itu, dengan diadakannya pembinaan ini, hendaknya mampu menambah wawasan dan menciptakan guru-guru yang handal dan profesional, punkas Fairus. (Ags/Usm)