0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Buka Acara MQK di Pekanbaru

Ringkasan: Kampar (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA membuka secara resmi acara Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) atau Lomba Membaca Kitab Kuning hari selasa sore (10/12) di Hotel Aziza atau Azzaira Pekanbaru. Musabaqah Qiro’atil Kutub atau Lomba Membaca Kitab...

Kampar (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA membuka secara resmi acara Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) atau Lomba Membaca Kitab Kuning  hari selasa sore (10/12) di Hotel Aziza atau Azzaira Pekanbaru. Musabaqah Qiro’atil Kutub atau Lomba Membaca Kitab Kuning ini di ikuti oleh seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se Kab. Kampar.


Dalam arahannya Fairus mengatakan, lomba membaca kitab kuning ini diadakan bertujuan untuk mendorong kecintaan Masyarakat Kampar terutama Kepala KUA terhadap kitab rujukan berbahasa Arab ini sekaligus menguji kemampuan Kepala KUA dalam mengkaji Agama Islam dari sumber Kitab kuning tersebut.


Kitab kuning di kalangan masyarakat Kab. Kampar yang dijuluki dengan Serambi Mekkahnya Provinsi Riau ini dijadikan acuan utama dalam menjalani hidup sehari-hari. Terutama hal-hal yang menyangkut masalah hukum ibadah atau ritual, akhlak atau perilaku, dan muamalah atau hubungan sosial.


Lebih lanjut Fairus mengatkan, Kitab kuning ini kebanyakan karya para ulama syafiiyah. Mulai dari kitab fikih tingkat dasar, seperti Safinatun Naja, Taqrib, Kifayatul Ahyar. Sedangkan, menengah seperti Fathul Qarib, Fathul Wahab, Fathul Muin, Ianatuth Thalibin, Hasyiyah Bajuri, Muhazzab. Selanjutnya, tingkat tinggi yakni Nihayatul Muhtaj, Hasyiyah Qalyubi Wa Umairah, Al Muharrar, Majmu Syarh Muhazzab.


Semua kitab-kitab ini, merupakan hasil karya para ulama Mazhab Syafii. Yang mana Kitab ini berisi tentang paparan mengenai hukum-hukum hasil ijtihad Imam Syafii, yang kemudian diuraikan lagi oleh para ulama pengikutnya dari abad ke abad, jelas Fairus.


Oleh karena itu, untuk mengkaji dan menguji kembali  wawasan atau pemahaman atau kemampuan setiap Kepala KUA dalam hal membaca kitab kuning ini, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) sengaja mengadakan acara MQK atau Lomba Membaca Kitab Kuning tahun ini, tutup Fairus. (Ags)