0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Berprasangka Baiklah Kepada Orang Lain

Ringkasan: Kampar (Humas) – "Hidup ini adalah sebuah perjalanan dan dalam perjalanan banyak sekali onak dan duri yang akan kita lalui. Kesemuanya itu, sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, kita hidup didunia ini hanya tinggal menjalaninya saja. Untuk itu, berbaik sangkalah kepada Allah dan kepada makhluk cip...

Kampar (Humas) – "Hidup ini adalah sebuah perjalanan dan dalam perjalanan banyak sekali onak dan duri yang akan kita lalui. Kesemuanya itu, sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, kita hidup didunia ini hanya tinggal menjalaninya saja. Untuk itu, berbaik sangkalah kepada Allah dan kepada makhluk ciptaanya (manusia)," demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Drs. H. Fairus, MA, Hari Rabu (18/02) diruang kerjanya.

Fairus mengatakan, "Berprasangka baik ini perlu kita lestarikan, mengingat saat ini banyak sekali ujian-ujian yang datang pada diri kita, masyarakat kita bahkan Negara Indonesia yang sama-sama kita cintai ini. Hal ini terjadi akibat dari banyaknya orang yang selalu berburuk sangka, bahkan sengaja mencari kesalahan-kesalahan orang lain. Tidakkah kita ingat firman Allah dalam surat Al-Hujarat ayat 12 yang Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain."

Dalam ayat ini terkandung perintah untuk menjauhi kebanyakan berprasangka, karena sebagian tindakan berprasangka ada yang merupakan perbuatan dosa. Dalam ayat ini juga terdapat larangan berbuat tajassus ialah mencari-cari kesalahan-kesalahan atau kejelekan-kejelekan orang lain, yang biasanya merupakan efek dari prasangka yang buruk.

"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah seduta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari hadits no. 6064 dan Muslim hadits no. 2563]," jelas Fairus.

"Oleh karena itu, mari kita jauhi diri kita dari prasangka-prasangka buruk atau mencari kesalahan/kejelakan orang lain atau yang dikenal dengan Tajassus. Karena tajassus ini adalah cabang dari kemunafikan, sebagaimana sebaliknya prasangka yang baik merupakan cabang dari keimanan. Orang yang berakal akan berprasangka baik kepada saudaranya, dan tidak mau membuatnya sedih dan berduka. Sedangkan orang yang bodoh akan selalu berprasangka buruk kepada saudaranya dan tidak segan-segan berbuat jahat dan membuatnya menderita," terang Fairus. (Ags)

*edit by novam