Kampar (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs H Alfian Mag, berikan tausiyah santapan rohani Ramadhan di Masjid Muhajirin Muhammadiyah Batu Belah Kecamatan Kampar, Kab. Kampar, pada malam ke 28 ramadhan (hari kamis (22/06).
Dalam tausiyahnya Alfian menyampaikan, Bahwasanya Disebutkan dalam Haditrs-Hadits yang shahih, apabila memasuki dihari ke sepuluh menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, Rasulullah Saw selalu membangunkan keluarganya untuk bersama-sama menghidupkan malam itu hingga datangnya waktu fajar.
Isteri Rasulullah Saw yang bernama ‘Aisyah r.a berkata: “Apabila memasuki sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, Nabi Muhammad Saw mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya”. (HR Bukhari ). Kata-kata “mengencangkan ikat pinggangnya” dalam Hadits tersebut diatas maksudnya menambah semangat dalam beribadah. Sedang menurut Sufyan Tsauri; arti mengencangkan ikat pinggang adalah menjauhi isteri-isterinya, terang Alfian.
Penafsiran yang ke dua ini sepertinya lebih mendekati pada kebenaran, karena dalam Hadits-Hadits shahih dikatakan, bahwa Rasulullah Saw selalu beri’tikaf disepuluh terakhir bulan Ramadhan dan bagi mereka yang sedang beri’tikaf dilarang baginya mendekati isteri-isterinya sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an, Hadits dan Ijma’, terang Alfian lagi.
Pada malam kesepuluh terakhir dibulan Ramadhan Rasulullah Saw mengerjakan dan menambah amal ibadahnya melebihi malam lainnya, bahkan menghidupkan malamnya hingga pagi hari, terutama pada malam ke dua puluh tujuh. Dalam Kitab Shahih Bukhari, 3/10 dan Muslim no 775 dikatakan bahwa, Rasulullah Saw mengetuk pintu kamar putrinya yang bernama Fatimah dan Ali dengan mengatakan “Tidakkah kalian bangun dan mendirikan Shalat, begitu pula Rasulullah Saw membangunkan Aisyah, jelas Alfian.
Umar bin khattab r.a apabila telah mendirikan shalatnya hingga pertengahan malam, beliau membangunkan keluarganya dengan mengatakan Shalat! Shalat! Sambil membaca Firman Allah Swt yang Artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya, Kami tidak meminta kepada kalian rezeki, tetapi Kamilah yang memberimu rezeki, sungguh bagi orang bertaqwalah akibat kebaikan” (QS Thoha, 132), ungkap Alfian. (Ags/Usm)