0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Arsip Merupakan Urat Nadinya suatu Organisasi

Ringkasan: Kampar (Humas) – Arsip merupakan nyawa atau urat nadinya suatu organisasi. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI dalam arahannya saat membuka acara Pembinaan Administrasi Kearsip...

Kampar (Humas) – Arsip merupakan nyawa atau urat nadinya suatu organisasi. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI dalam arahannya saat membuka acara Pembinaan Administrasi Kearsipan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar hari selasa (15/04) di Hotel Stefani Pekanbaru.

Fairus mengatakan, Menurut Pasal 1 angka 2 undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi yang dibuat dan diterima oleh Lembaga Negara, Pemerintahan, Lembaga Pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Lebih lanjut Fairus mengatakan, Arsip ini sangat berbeda dengan bahan pustaka yang terdapat dalam perpustakaan. Arsip mempunyai ciri khusus yang berbeda dengan bahan pustaka diantaranya adalah arsip harus autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah, informasinya utuh, dan berdasarkan asas asal usul (principle of provenance) dan aturan asli (principle oforiginal order). Arsip terdiri dari 2 jenis, yakni Arsip Konvensional (arsip kertas), dan Arsip Media Baru (arsip micro film, kaset dan sebagainya)

Oleh karena itu, arsip ini menjadi urat nadinya suatu organisasi atau lembaga karena arsip merupakan bukti dari suatu pekerjaan yang telah kita lakukan. Jika tidak ada arsip, maka jika terjadi suatu masalah atau kendala, ini akan menjadi barang bukti kelalaian kita dalam bekerja. Contohnya seperti surat, jika suatu hari surat ini diperiksa oleh petugas, dan arsipnya tidak ada, tentunya hal ini akan menjadi kendala utama, tegas Fairus.

Dengan diadakannya kegiatan Pembinaan Administrasi Kearsipan ini, mari kita ikuti acara ini dengan sebaik-baiknya dari awal hingga berakhirnya acara nanti. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama agar seluruh apa yang disampaikan oleh para Narasumber nanti, bisa diserap dan dicerna serta diaplikasikan ditempat kerja kita masing-masing, tutup Fairus. *** (Ags)