0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar : Al-Qur an Adalah Sumber Ilmu

Ringkasan: Kampar (Humas) Al-Qur an adalan sumber dari segala Ilmu. Demikian disampaiakan Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI saat meninjau langsung Pelaksanaan Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Qur an tingkat Kab.
Kampar (Humas) Al-Qur an adalan sumber dari segala Ilmu. Demikian disampaiakan Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI saat meninjau langsung Pelaksanaan Training Center (TC) Musabaqah Tilawatil Qur an tingkat Kab. Kampar tahun 2014 di Hotel Bangkinang Baru hari jum at (22/08). Fairus mengatakan, Al-Qur'an ini adalah kitab suci yang diturunkan Allah Swt, Tuhan alam semesta, kepada Rasul dan NabiNya yang terakhir, Muhammad Saw melalui malaikat Jibril as untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sampai akhir jaman. Sebagai kitab suci terakhir, Al-Qur'an bagaikan miniatur alam raya yang memuat segala disiplin ilmu, Al-Qur'an merupakan karya Allah Swt yang Agung dan Bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja, sekalipun akan menghadapai tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (sophisticated). Lebih lanjut Fairus mengatakan, Kata pertama dalam wahyu pertama (The First Revelation) bahkan menyuruh manusia membaca dan menalari ilmu pengetahuan, yaitu Iqra'. Ini merupakan hal yang sangat mengagumkan bagi para sarjana dan ilmuwan yang bertahun-tahun melaksanakan penelitian di laboratorium mereka, menemukan keserasian ilmu pengetahuan hasil penyelidikan mereka dengan pernyataan -pernyataan Al-Qur'an dalam ayat-ayatnya. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam, sebab kata islam itu sendiri, dari kata dasar aslama yang artinya tunduk patuh , mempunyai makna tunduk patuh kepada kehendak atau ketentuan Allah . Allah menegaskan bahwa seluruh isi jagat raya, baik di langit maupun di bumi, selalu berada dalam keadaan islam, artinya tunduk patuh kepada aturan-aturan Ilahi. Allah memerintahkan manusia untuk meneliti alam semesta yang berisikan ayat-ayat Allah. Sudah tentu manusia takkan mampu menunaikan perintah Allah itu jika tidak memiliki ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya, kata alam dan ilmu mempunyai akar huruf yang sama: ain-lam-mim. (QS Ali Imran ayat 83), jelas Fairus. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge) semata , tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi, pungkas Fairus. *** (Ags)