0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Inhil Resmikan Status Surau Al Muhajirin Menjadi Masjid

Ringkasan: Sungai Guntung (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Drs. H. Azhari, MA meresmikan peningkatan status Surau Al Muhajirin menjadi Masjid sejalan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ahad (17/12/2017) malam. Peresmian Masjid Al Muhajirin yang terletak di Sungai Guntu...

Sungai Guntung (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Drs. H. Azhari, MA meresmikan peningkatan status Surau Al Muhajirin menjadi Masjid sejalan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ahad (17/12/2017) malam.

Peresmian Masjid Al Muhajirin yang terletak di Sungai Guntung Kecamatan Kateman tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat oleh Kakan Kemenag Inhil kepada pengurus Masjid Al Muhajirin.

Hadir juga pada kesempatan itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Inhil H. Harun, S.Ag, Ka. KUA Kecamatan Kateman HM. Amin, Ka. KUA Kecamatan Batang Tuaka H. Khairuddin selaku penceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Penyuluh Agama Islam Kemenag Inhil Drs. Arsyad.

Kakan Kemenag Inhil Drs. H. Azhari, MA dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar peningkatan status surau menjadi masjid tersebut hendaknya diikuti dengan peningkatan pengamalan ajaran agama dengan menjadikan Masjid Al Muhajirin yang baru diresmikan tersebut sebagai basis pengembangan pengamalan ajaran agama Islam."Yang juga menjadi tanggung jawab kita bersama adalah setelah ditingkatkan statusnya menjadi masjid, maka sholat lima waktu harus diselenggarakan di masjid ini, walaupun selama ini sudah dilaksanakan". harapnya

Lanjutnya beliau juga menginginkan manajemen masjid harus modern. Dijelaskannya ada tiga hal supaya masjid dapat dimanage dengan baik. “Pertama idarah yakni manajemen masjid yang dikelola dengan baik. Dengan luasnya fungsi masjid maka maka pengelolaan masjid harus dilakukan dengan manajemen yang professional dan modern, kedua imarah adalah memakmurkan masjid menjadi tanggung jawab setiap pribadi muslim. Dan ketiga adalah ri’ayah yang berarti memelihara masjid dari segi bangunan, keindahan dan kebersihan. Dengan adanya pembinaan ri’ayah masjid akan nampak bersih, cerah dan indah, sehingga dapat memberikan daya tarik, rasa nyaman dan menyenangkan bagi siapa saja yang memasuki dan beribadah didalamnya". Ujar H. Azhari (utar)