0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Inhil Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-72

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) Kakan Kemenag Inhil Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-72, jum'at (2/6) Di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Jl. Keritang Tembilahan. Upacara dimulai pukul 7:30 Wib dengan peserta upacara dari seluruh ASN/PNS dan Honorer Kemenag Inhil, Pegaw...
Tembilahan (Inmas) Kakan Kemenag Inhil Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Ke-72, jum'at (2/6) Di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir Jl. Keritang Tembilahan. Upacara dimulai pukul 7:30 Wib dengan peserta upacara dari seluruh ASN/PNS dan Honorer Kemenag Inhil, Pegawai KUA dan Madrasah yang ada di Tembilahan dengan memakai pakaian Korpri dan Putih Hitam untuk Karyawan Honorer. Tampak hadir dalam peringatan tersebut, Subbag Tata Usaha Kemenag Inhil H. Guspiandi, S.Ag, Kasi Penmad Drs. H. Abd. Muis, M.PdI, Kasi Haji dan Umrah Drs. H. Idrus, M. PdI, Kasi Pais Drs. H. Afrizal, MA, Ka. KUA Tembilahan Drs. H. Syarkawi, MA, Ka. KUA Tembilahan Hulu M. Rasyidi, MA, Ka. KUA Tempuling H. Syahnuri, Kepala MTsN2 Indragiri Hilir Drs. HM. Rusli. Kakan Kemenag Inhil membacakan amanat yang sama oleh Presiden Joko widodo pada Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta kamis kemarin. Beliau mengatakan "puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, pada pagi hari ini kita dapat berkumpul menyelenggarakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila untuk yang pertama kalinya. Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan hasil dari sebuah rangkaian proses, yaitu rumusan Pancasila tanggal 1 juni 1945, yang dipidatokan oleh Ir. Soekarno. Piagam Jakarta tanggal 22 juni 1945 dan rumusan final tanggal 18 agustus 1945 adalah jiwa besar para founding fathers kita, para ulama, para tokoh agama, dan para pejuang Kemerdekaan dari seluruh Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan yang mempersatukan kita. Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah kodrat keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dengan pancasila Indonesia adalah rujukan masyarakat internasional untuk membangun kehidupan ang damai, adik, makmur ditengah kemajemukan dunia. Pada alenia penutup beliau mengajak mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, toleran dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu membahu bergotong royong demi kemajuan Indonesia. Selamat hari lahir pancasila. Terima Kasih". (utar)