Tembilahan (Inmas) Pemantapan Manasik Berbasis Qalbu dan Melestarikan Haji Mabrur, itulah tema yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, Drs. H. Azhari, MA pada pelaksanaan pembinaan Manasik Jamaah Calon Haji (JCH) Kab. Inhil, sabtu (30/06/2018) lalu.
Materi disampaikan dengan diselingi lantunan talbiyah dan shalawat bersama 651 JCH yang memadati Masjid Agung Al-Huda Tembilahan pagi itu, H. Azhari memahamkan kepada JCH bahwa agar perjalanan menunaikan rukun Islam kelima diberikan kelancaran, kemudahan dan kesehatan oleh Allah SWT, kepada JCH sebelum berangkat ke tanah suci sebagai tamu Allah SWT disarankan untuk memohon maaf kepada orang tua, saudara, tetangga dan handai taulan.
Waktu yang tersisa ini pergunakanlah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, berdo'a sungguh-sungguh InsyaAlllah akan dikabulkan Allah SWT. Perbanyaklah ibadah, berjanji tinggalkan yang mungkar dan selalu dekat dengan Allah SWT, pesannya.
Selama berada di tanah suci, ia berpesan agar jemaah haji berdo'a dengan khusyu, terlebih di tempat-tempat mustajab. Berdo'alah untuk diri sendiri, keluarga, tetangga, teman, dan yang lainnya.
Sebagai upaya pelestarian haji mabrur, setelah selesai menunaikan ibadah haji dan sekembalinya di tanah air, ia memberikan beberapa tips untuk melestarikan kemabruran haji. Selalu bersifat sabar, tawadhu dan tawakkal. Disamping itu perbanyaklah amal ibadah, berlatih zuhud meninggalkan gemerlap dunia dan mengharap ridho Allah SWT, urainya. Beberapa amalan lain yang harus dijalani, antara lain menebarkan salam, perdamaian, bersikap ramah dalam ucapan, peduli kepada sesama fakir miskin dan anak yatim.
Mengakhiri paparannya H. Azhari menyampaikan sebuah Hadist Rasulullah SAW riwayat Bukhori yang artinya, Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat wajah dan hartanya akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal dan perbuatannya. Makna dari Hadist ini adalah kemuliaan seorang hamba di sisi Allah SWT bukanlah dilihat dari sisi lahiriyahnya seperti rupa yang cantik, tampan atau harta yang berlimpah akan tetapi Allah SWT hanya melihat seseorang dari sisi amal perbuatan, keikhlasan hati, tawakkal dan ketaatannya kepada Allah SWT.***(Utar)