Tembilahan (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun secara resmi membuka kegiatan Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan di Induk Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs Al-Azkiya, pada Sabtu (29/11/2025).
Kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, etika, dan karakter mulia dalam proses belajar mengajar. Acara pembukaan yang dipusatkan di MTs Al-Azkiya ini turut dihadiri oleh perwakilan dari empat madrasah lain yang juga menjadi peserta, yaitu MTs Nurul Huda, MTs Darul Istiqomah, MA As'ad Kecamatan Keritang, dan Kemuning.
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan kurikulum ini juga disampaikan oleh Ketua Induk KKM MTs Al Azkiya, H. Muhammad Ridwan.
"Sebagai pelaksana di tingkat madrasah, kami menyambut baik dan siap melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta ini," kata H. Muhammad Ridwan.
"Kami yakin, dengan menanamkan nilai-nilai cinta, etika, dan kebersamaan sejak dini, anak-anak kita akan menjadi individu yang utuh, tidak hanya cerdas dalam pelajaran, tetapi juga kaya dalam moralitas. Madrasah harus menjadi rumah kedua yang menumbuhkan rasa aman dan kasih sayang," tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, H. Harun menekankan pentingnya kurikulum yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada kecerdasan emosional dan spiritual.
"Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah sebuah terobosan yang patut kita apresiasi. Pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga tentang pembentukan karakter," ujar H. Harun.
"Kita ingin dari madrasah-madrasah di Inhil ini lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki hati yang lembut, penuh kasih, dan berakhlak mulia," tambahnya.
Beliau juga menambahkan bahwa konsep cinta dalam pendidikan mencakup rasa syukur, toleransi, saling menghargai, dan komitmen untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Kakan Kemenag berharap kegiatan ini dapat menjadi model bagi madrasah lain di Kabupaten Inhil.
"Kami berharap para guru dan tenaga kependidikan dapat mengimplementasikan konsep cinta ini dalam setiap materi pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler. Guru adalah teladan, dan implementasi kurikulum ini harus dimulai dari keteladanan para pendidik itu sendiri," tutup H. Harun.
Kegiatan Kurikulum Berbasis Cinta ini diagendakan berlangsung selama beberapa hari dengan menghadirkan narasumber yakni Pengawas Madrasah Abdul Basir dan Faturrahman. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam dan workshop praktis kepada para guru agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari madrasah. (Ria)