Dumai (Inmas) – Bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke-108 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2016. HARKITNAS merupakan momentum tonggak sejarah yang sangat fundamental dalam perjalanan sejarah bangsa Ini. Jika kita kembali kepada sejarah, kebangkitan nasional merupakan peristiwa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme diikuti dengan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selama masa penjajahan semangat kebangkitan nasional tidak pernah muncul hingga berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
Seratus tahun lebih yang lalu, tanggal 20 Mei digalang kekuatan oleh para pemuda di wilayah nusantara ini untuk menyatukan tekad bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Demikian dikatakan Kepala Kantor Kemenag Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA saat jadi pembina Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang bertempat di halaman MAN Dumai, Jumat (20/05). Tampak hadir pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemenag Dumai, serta ratusan para pegawai terdiri dari Kemenag, KUA, Madrasah negeri maupun swasta dan ratusan siswa-siswi yang memadati lapangan tersebut.
Selanjutnya, beliau mengatakan tentu salah satu indikator, tidak akan terlepas dari kondisi dunia pendidikan kita sendiri. Pelajar dan generasi muda harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional dengan bangkit untuk mencapai prestasi yang gemilang. Dengan kata lain, harus bangkit dari keterpurukan dan menyongsong masa depan dengan memperbaiki, meningkatkan, atau mempertahankan prestasi yang sudah ada.
“Perjuangan-perjuangan itu perlu dilanjutkan, kita tidak perlu perang fisik, tetapi tanamkan moral dan prilaku serta belajar akan sungguh-sungguh,” tegas Kakan Kemenag.
Untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini, memang sebaiknya dimulai dari diri sendiri dengan memperbaiki diri menjadi lebih baik. Jika generasi muda tidak bisa memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini dengan berusaha menjadi lebih baik, maka kualitas kehidupan berbangsa dan bernegara akan semakin terpuruk, tutup H.Darawi yang Mantan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Kanwil Kemenag Riau ini.(jaka)