Dumai (Inmas) – Hari ini, Senin (04/04) secara serentak Ujian Nasional tingkat SMA/MA dan SMK dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau yaitu di Kota Dumai. Walikota Dumai Drs.H.Zulkifli AS,M.Si bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Drs.H.Sya’ari,MP, Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai Sahrial Amini,S.Sos dan Sekretaris beserta rombongan, Para Pengawas Dinas Pendidikan, Para Pengawas Kemenag, melakukan monitoring ke beberapa sekolah yang ada di Kota Dumai. Dari 32 sekolah SMA/MA dan SMK se-Kota Dumai, hanya 3 sekolah yang menjadi sampel monitoring yaitu SMA Negeri 2 Dumai, SMK Negeri 2 Dumai, dan MAN Dumai.
Saat monitoring ke SMA Negeri 2 Dumai, Walikota Dumai, Kakan Kemenag Dumai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai beserta Para Pejabat lainnya disambut langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Dumai Drs.H.Sukaini,MM. Sukaini mengatakan peserta Ujian Nasional SMA Negeri 2 tahun ini berjumlah 282 orang. “Alhamdulillah semuanya peserta hadir mengikuti ujian”, ucap Sukaini.
Usai monitoring SMA Negeri 2 Dumai, Walikota Dumai, Kakan Kemenag, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, dan sejumlah pejabat lainnya langsung melanjutkan monitoring ke SMK Negeri 2 Dumai. Tiba di SMK Negeri 2 Dumai, Para Pejabat langsung disambut oleh Kepala SMK Negeri 2 Dumai Juzmilita,S.Pd,M.IP.
Selanjutnya, Kepala SMK Negeri 2 saat diwawancarai mengatakan peserta Ujian Nasional kita berjumlah 419 orang, 2 orang sakit, dan 1 orang di DO (Drop Out). Dan dari 13 jurusan, yang mengikuti UN 12 jurusan.
Saat diwawancarai, Walikota Dumai H.Zulkifli AS mengatakan kepada seluruh awak media, bahwa Ujian Nasioanl harus ditempuh dengan usaha yang gigih agar menapatkan hasil yang baik.
“Ujian Nasional harus ditempuh dengan usaha yang gigih agar mendapatkan hasil yang baik,” ujar Walikota.
Ia berharap seluruh peserta UN mampu menjawab soal agar mendapatkan nilai terbaik. Dan kita menargetkan Dumai masuk lima besar dalam pelaksanaan UN tahun ini.
“Untuk itu saya berharap seluruh peserta UN mampu menjawab soal agar mendapatkan nilai terbaik agar Dumai masuk lima besar dalam pelaksanaan UN 2016,” harap Zul As.
Terakhir Walikota mengajak seluruh peserta UN agar tidak percaya dengan isu kunci jawaban yang beredar ditengah-tengah masyarakat.
“Jangan percaya dengan kunci jawaban yang diperjual belikan, itu kerjaan orang yang sengaja memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah percaya terhadap oknum yang menjual kunci jawaban,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA mengatakan pantauan hari pertama pelaksanaan UN, Alhamdulilah semuanya berjalan lancar tidak ada hambatan dan semuanya berjalan dengan baik dibawah pengawasan petugas pengawas UN 2016.
Selanjutnya, terkait isu kunci jawaban yang beredar, Mantan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Kanwil Kemenag Riau ini menegaskan agar tidak terpengaruh dengan isu-isu mengenai kunci jawaban yang beredar, karena setiap tahun pasti ada orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan kunci jawaban yang sangat mustahil itu merupakan kunci jawabannya. Untuk diketahui, soal UN dalam satu kelas berbeda-beda jadi tidak mungkin ada kunci jawabannya beredar luas ditengah-tengah masyarakat. Itu hanya isu atau sengaja dimanfaatkan oleh oknum yang ingin meraih keuntungan. Sedangkan soal UN, pembuatan soal dan pengawasannya sangat ketat, karena semua kunci jawaban yang beredar itu hanya untuk mengacaukan pelaksanaan UN saja, tekannya.
H.Darawi juga mengingatkan kepada peserta UN agar dalam pelaksanaan UN tetap menjaga kesehatan dan harus yakin serta optimis pada kemampuan sendiri, dan kita berharap agar kelulusan UN tingkat SMA/MA dan SMK tahun ini 100%.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Drs. H. Sya’ari, MP menambahkan, UN 2016 tingkat SMA/MA dan SMK sederajat diikuti 3.628 siswa dan dilaksanakan 04 s/d 06 April 2016. Jumlah tersebut terdiri dari pelajar tingkat SMA dan MA 1.939 siswa dan tingkat SMK sederajat 1.689 siswa.
Dikatakannya, pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat diikuti 32 sekolah, terdiri dari 7 SMA Negeri, 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan 6 SMK Negeri, ditambah 6 SMA, 8 MA dan 4 SMK swasta. Di Kota Dumai, ada 12 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut CBT (Computer Based Test) 5 diantaranya SMAN 1, SMAN 2, SMA Binsus, SMA YKPP dan SMA Santo Tarcisius. Dan 7 dari SMK yaitu SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMK Erna dan SMK Taruna Persada. Sedangkan 20 SMA sederajat menggunakan Paper Based Test (PBT) atau disebut juga manual.
Jumlah keseluruhan peserta UN tingkat SMA sederajat ini sebanyak 3.628 pelajar dan ujian dilaksanakan di 203 ruangan serta tenaga pengawas sebanyak 406 orang, ungkapnya.
“Alhamdulillah pada UN tahun ini tidak ada masalah, soal dan lembar jawaban semuanya cukup dan seluruh sekolah dapat mengikuti UN termasuk sekolah yang menerapkan UNBK tidak ada kendala yang berarti,” bebernya.
“Kita berharap peserta UN mendapatkan nilai terbaik. Bahkan sebelum dilaksanakan UN berbagai persiapan Pra UN sudah dilaksanakan dimasing-masing sekolah, seperti try out UN, dan bimbingan belajar lainnya agar peserta UN benar-benar siap mengikuti UN,” pungkasnya.(jaka)