Dumai (Inmas) - Kepala Dinas Pendidikan
Kota Dumai Drs. H. Sya’ari, MP mengatakan bahwa Pemerintah Kota Dumai akan
bekerja sama dengan Tonato Foundation dan Kementerian Agama Kota Dumai dalam
mengelar Kegiatan pameran pendidikan (Unjuk Karya Praktik Baik) Program PINTAR yang
akan diselenggarakan pada Selasa, 26 November 2019 di Gedung Pendopo Sri Bunga
Tanjung Kota Dumai. Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama
Kota Dumai Drs. H. Syafwan kepada Humas usai mengikuti rapat akhir teknis persiapan
pameran di Ruang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Rabu Pagi,
(20/11/2019) sekira pukul 09.30 WIB.
Pameran nantinya akan menampilkan
Unjuk karya dan demontrasi siswa, pameran praktik baik dalam pembelajaran dan
Seminar serta talkshow pendidikan, yang akan di hadiri oleh Pihak Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Direktur Tanoto Foundation.
H. Sya’ari menambahkan bahwa
Pemerintah Kota Dumai telah bekerjasama dengan Tanoto Foundation sejak tahun
2018 dan telah menyelenggarakan Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas
Pembelajaran atau disingkat PINTAR dimana telah melatih 435 orang Guru, Kepala
Sekolah dan Pengawas serta juga mendampingi 24 Sekolah Dasar, MI, SMP serta MTs
Negeri dan Swasta, imbuhnya.
H. Sya’ari juga mengungkapkan
bahwa dengan penyelenggaraan acara Pameran Pendidikan dapat memberikan gambaran
dan berbagi pengalaman pelaksanaan Program PINTAR Tanoto Foundation dari 24
sekolah mitra.
“Kita selalu berupaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam dunia pendidikan terutama guru
dan kepala sekolah, tambahnya.
Lanjut beliau juga mengatakan,
melalui pameran pendidikan ini kita harapkan seluruh sekolah dapat melihat dan
mencontoh perubahan yang terjadi dalam proses belajar mengajar serta
pengelolaan sekolah kearah yang lebih baik, selaras dengan program Pemerintah
Kota Dumai dalam meningkatkan kualitas Pendidikan dan Sumber daya manusia yang
Produktif, inovatif dan berbudaya”, ungkapnya.
Unjuk karya praktik baik
pendidikan juga akan memberikan gambaran pengalaman dan cerita sukses tentang
pelaksanaan program agar para pengunjung nantinya dapat terdorong untuk
melakukan hal yang sama di sekolahnya dengan menyaksikan hasil karya serta
inovasi pembelajaran yang akan di tampilkan oleh kepala sekolah, guru dan
siswa, jelasnya.
Sementara menurut perwakilan dari
Tanoto Foundation bahwa Dalam satu siklus implementasi program modul pertama
Pembelajaran Aktif dan Manajemen Berbasis Sekolah. Proses pendampingan sekolah
mitra paska pelatihan telah dilakukan oleh 32 orang Fasilitator Daerah yang
telah di bentuk sebelumnya melalui Training od Trainer (ToT) yang berasal dari
sekolah sekolah yang ada di Kota Dumai. Dari 16 SD/MI dan 8 SMP/MTs sekolah
dampingan mitra program yang telah berjalan satu tahun, tambahnya. Perlu untuk
memperlihatkan capaian dan perubahan kepada seluruh masyarakat Kota Dumai.
Selaku Koordinator Program Pintar
Tanoto Foundation Wilayah Kota Dumai mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas
pendidikan harus di mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas dan Komite dalam
penyelenggaraan pendidikan, pembelajaran yang dulu hanya terpusat pada guru,
saat ini telah harus berubah terpusat kepada siswa.
“Melalui program Pintar Tanoto
Foundation yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas
Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Dumai kami telah melatih 435 orang guru,
Kepala Sekolah dan Pengawas serta Komite di Kota Dumai ini dalam Pembelajaran
Aktif, Manajemen Berbasis sekolah serta Budaya Baca, tambahnya.
“Capaian dan perubahan sekolah
mitra menjadi sebuah kebutuhan untuk dapat disaksikan oleh pemangku kepentingan
pendidikan dan masyarakat di Kota Dumai, maka kami merancang aktifitas Pameran
Pendidikan “Unjuk Karya” praktik baik pembelajaran dan manajemen berbasis
sekolah, serta budaya baca, dimana nantinya kita dapat melihat dan berinteraksi
langsung dengan siswa, dan guru dari sekolah-sekolah, melihat perubahan yang
telah terjadi”, lanjutnya.
Unjuk karya praktik baik pendidikan juga akan memberikan gambaran pengalaman dan cerita sukses tentang pelaksanaan program agar para pengunjung nantinya dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama di sekolahnya dengan menyaksikan hasil karya serta inovasi pembelajaran yang akan di tampilkan oleh kepala sekolah, guru dan siswa, jelasnya. (Arief)