Dumai (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan hadiri kegiatan Pelepasan siswa siswi kelas VI sekaligus Khatam Al- Quran, Selasa (30/04/2019). Kegiatan tersebut bertempat di Halaman Madrasah. Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, KUA Dumai Kota, Lurah Dumai Kota, Ketua Komite, Panitia Pelaksanan, orang tua atau Wali murid dan Para undangan.
Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan mengatakan MI Taufiqiyah Dumai Sebagai sekolah swasta berbasis keagamaan yang merupakan ikon Kementerian Agama dan ikon Kota Dumai. Dalam sambutannya mengutarakan ”bahwa menuntut Ilmu Tanpa Ilmu Agama itu Pincang”, Para orang tua dituntut untuk membekali anak-anaknya untuk menuntut ilmu, tapi ilmu yang dituntut bukan hanya ilmu yang bersifat keduniaan, akan tetapi kita harus membekali anak-anak kita ilmu-ilmu agama, bahkan ini sangat penting” terangnya.
“Apa gunanya anak kita menjadi Insinyur, jadi Dokter tapi suka Narkoba dan Tidak Pernah Sholat, saya yakin kita para orang tua ingin anak-anak kita ketika menjadi Insinyur atau Doktor, jadi Insrinyur dan Dokter yang bertaqwa kepada Allah, rajin Sholat, berzakat, untuk itu tanamamkan Ilmu Agama itu sejak dini, bukan di Bangku SMP, SMA atau kuliah” Ujar orang nomor satu di Kemenag Dumai H. Syafwan.
Kakan Kemenag Dumai juga menambahkan “bahwa anak-anak adalah masa depan kita, generasi penerus kita, anak-anak harus dibekali dengan ilmu agama yang baik, apabila telah lulus di MI maka perlu mengambil pendidikan yang sejalur dengan pendidikan di MI” contohnya ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), kenapa harus sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs), karena apa yang dipelajari dan dipraktekan selama di MI, seperti pelaksanaan Sholat Duha, baca Al-Qur’an dan hafalan Surah-surah pendek, belajar bertausiah, dan lain-lainnya belum tentu ada di sekolah umum, agar biar nyambung lebih baik masuk Madrasah, karena sekolah umum dan Madrasah pasti sedikit banyak ada perbedaannya” ucapnya.
Di Madrasah banyak ilmu yang bisa di dapatkan terutama Ilmu Agama, di Madrasah jam pelajarannya lebih banyak ketimbang sekolah umum, yang jelas sekolah madrasah juga di akui” Tutupnya. (Zul/Hf)