Dumai (Inmas) – Kegiatan Pembinaan dan Penting Cinta Akan Berzakat pada Pelajar ini ditaja oleh bagian Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kota Dumai dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA didampingi Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Dumai Drs.Zulkifli Hasibuan bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Dumai pukul 08.00 WIB, Sabtu (28/11). Acara tersebut berlangsung selama 1 hari (fullday) dengan jumlah peserta 30 orang, yang terdiri dari siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Dumai.
Dalam sambutannya, H.Darawi mengatakan kurangnya kesadaran bahwa harta yang dimiliki itu sebenarnya milik Allah, kita bukan pemilik yang sebenarnya yang hanya membawa amanat dan suatu saat akan ditinggalkannya. Dengan bersikap dermawan dapat membersihkan harta kita yang kotor kembali suci, sehingga limpahan rahmat dari Allah senantiasa dilimpahkan Allah bagi mereka yang berderma dengan ikhlas lilahi ta’ala. Kurang mantapnya keyakinan bahwa apa yang di infaqkan akan mendapat ganti yang berlipat-lipat dari Allah. Hal inilah yang menjadi faktor penghambat seseorang ragu-ragu untuk bersedekah, menunaikan zakat, dan infaq mereka takut nantinya harta yang mereka miliki akan berkurang. Tanamkan di dalam hati untuk meyakini bahwa harta yang kita sedekahkan, kelak akan di balas oleh Allah tentunya dengan cara Allah sendiri, tentu akan mendapat pahala dan dimurahkan rezekinya oleh Allah SWT., tuturnya.
Mantan Kepala MAN Dumai ini menjelaskan zakat dan infak adalah bagian dari amal ibadah yang diperintahkan oleh Allah kepada seluruh umat Islam di dunia. Perbedaan zakat dan infak adalah terletak pada sifatnya wajib atau tidak dan orang-orang yang berhak menerimanya. Zakat wajib dibayarkan oleh muslim yang memenuhi syarat. Sedangkan infak adalah ibadah sunnah bagi mereka yang memiliki kelebihan harta. Membayar zakat dan memberi infak bukan sekedar memberikan uang kepada orang lain. Zakat dan infak memiliki beragam manfaat ditinjau perspektif sosial dan ekonomi bagi orang-orang yang menerimanya. Manfaat tersebut tidak selalu berarti pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan rohani sehingga melibatkan kesehatan mental.
Selanjutnya, beliau mengatakan dalam pandangan ilmu sosial, ketika seorang muslim membayar zakat dan infak maka kegiatan tersebut sama artinya dengan membangun ikatan persaudaraan dengan orang-orang yang berada di luar lingkungan sosial mereka, menumbuhkan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat, dan menumbuhkan perasaan bersyukur karena mampu hidup dalam keadaan lebih baik daripada orang lain. Sedangkan bila ditinjau dari perspektif ekonomi, dana zakat merupakan modal yang selalu tersedia dalam membangun perekonomian masyarakat fakir miskin. Dana zakat saat ini dikembangkan bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat fakir miskin, namun fungsi zakat telah mengarah kepada pemberdayaan masyarakat muslim kurang mampu agar mereka kelak lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Demikian besar manfaat zakat bagi masyarakat sehingga Al-Quran menyebut “kata zakat beriringan dengan perintah menjalankan sholat”.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia khususnya Kota Dumai memperhatikan potensi zakat dan infak sebagai salah satu modal utama dalam pembangunan. Dimensi sosial dan ekonomi yang dimiliki oleh amal ibadah zakat merupakan kombinasi yang tepat bagi pembangunan rakyat Indonesia secara fisik dan mental. Dari sini kita semakin menyadari bahwa agama Islam membawa rahmat bagi seluruh alam. Orang yang berzakat berarti telah melaksanakan rukun islam. Pertama, dari sisi agama setelah orang membayar zakat, pasti merasakan kebahagiaan sesuai dengan Q.S At-Taubah ayat 103. Kedua, dari sisi akhlak semakin sering muzakki berzakat, semakin bagus akhlaknya, karena tercipta rasa tawadhu’ atau rendah diri kepada Allah. Ketiga, dari sisi sosial dapat membantu perekonomian sesama manusia,” paparnya.
Darawi berpesan agar para pelajar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang berzakat.
Terakhir, beliau mengatakan dihadapan para siswa-siswi, apakah para pelajar disini ingin berperan serta dalam kemajuan sosial ekonomi masyarakat muslim di Kota Dumai? Para pelajar menjawab serentak, iya Pak… Kemudian Kakan Kemenag mengatakan, ayo membayar zakat untuk kesejahteraan umat Islam, tutupnya.(jaka)
*edit by diah