Jakarta
(Inmas) – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Bengkalis Dr H Carles SAg MA, pada Jum’at (17/01/2020) menghadiri acara Rapat
Koordinasi Kebijakan Pengawasan (Rakorjakwas) Kemenag RI tahun 2020 yang
dilaksanakan di Ball Room Hotel Borobudur, Jakarta.
Rakorjakwas
sebagai sarana penyamaan persepsi atas kebijakan pengawasan tahun 2020 ini mengusung
tema “Kementerian Agama Berintegritas, Indonesia Maju”, dan secara resmi dibuka
oleh Menteri Agama, Fachrul Razi, dengan ditandai pemukulan gong, turut
mendampingi saat pembukaan, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dan Plt
Irjen Kemenag Thomas Pentury.
Turut
hadir pada acara Rakorjakwas tersebut para Pejabat Eselon I dan II, Para Rektor
Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia, Para Kepala Balai se-Indonesia, Para
Kepala UPT dan Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Saat
membuka acara, Fachrul Razi menyampaikan lima Prioritas Aksi Kementerian Agama
2020. Pertama, pemberantasan korupsi
dengan cara menutup semua peluang korupsi, buka akses whistle blower dan penegakan
hukum.
Kedua, peningkatan kualitas haji dan
pembenahan umrah dengan penguatan manasik, menjaga kaulitas layanan, evaluasi
kompherensif, dan penguatan pengawasan. Ketiga,
pembenahan pendidikan keagamaan lewat pembenahan kurikulum keagamaan, revisi
buku ajar untuk penguatan paham moderat dam pengarusutamaan paham moderat bagi
guru, dosen dan tenaga kependidikan.
Selanjutnya
yang Keempat, deradikalisasi lewat
diklat aparatur dan juru dakwah, dan Kelima,
sertifikasi halal dengan akuntable, tidak memberatkan dan prosedur yang simpel
dan jelas.
“Pelaksanaan
Rakorjakwas Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Tahun 2020 dipandang sangat
penting untuk dilaksanakan. Forum ini melibatkan seluruh pimpinan strategis
pada Kementerian Agama se-Indonesia. Maka diharapkan dapat menyelaraskan dan
mengkoordinasikan kebijakan pengawasan Tahun 2020,” tegas Menteri Agama.
Selanjutnya
menurut Menag, pertemuan ini juga dapat dijadikan media curah pendapat dan feed
back perbaikan kinerja pengawasan Kementerian Agama di masa sekarang dan yang
akan datang. Ia menilai tema yang diangkat dalam Rakorjakwas 2020 sangat tepat
dan strategis terkait kebijakan pengawasan Tahun 2020.
“Kemenag
memiliki andil penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,
bersih dan transparan dengan menciptaakan ASN yang berintegritas,” tutur Menag.
Sementara
itu, Kepala Kantor yang hadir mengikuti acara Rakorjakwas Kemenag RI tahun 2020
ini mengatakan Rakorjakwas Kemenag RI ini sangat penting dalam rangka
menyamakan persepsi seluruh keluarga besar Kemenag di bidang pengawasan.
“Semoga
dengan Rakorjakwas ini Kementerian Agama menjadi Kementerian yang bersih dan
terbebas dari praktek korupsi,” tegasnya.
Kegiatan Rakorjakwas ini
dilaksanakan dua hari, pada tanggal 17-18 Januari 2020, diikuti oleh 840 orang
peserta terdiri atas perwakilan pejabat Unit Eselon I Pusat, PTKN, Kanwil
Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, Balai Diklat dan Litbang, UPT Asrama Haji, dan
jajaran Inspektorat Jenderal, dan sebagai penyelenggara adalah Inspektorat
Jendral (Itjen) Kemenag RI. (rls)