Bengkalis
(Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis Drs H Jumari
membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Pengelolaan Keuangan dalam Keluarga
tahun 2019, Kamis (14/11/2019) pagi. Kegiatan bimbingan yang ditaja oleh Seksi Bimbingan
Masyarakat Islam tersebut dilaksanakan selama 1 hari dan digelar di aula lantai
2 Kantor Kemenag Bengkalis di Jl. Kelapapati Darat Bengkalis.
Dalam
arahannya H Jumari mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangun fondasi
keluarga sakinah dan merancang bagaimana pasangan suami isteri bisa melalui
berbagai masalah dengan kondusif dan secara Islami, termasuk mengelola keuangan
dalam mengatasi problema keluarga, yang bisa memicu terjadinya perceraian
dikarenakan faktor ekonomi.
“Bagaimana
dinamika kehidupan keluarga itu bisa dikelola dengan baik sehingga pasutri
semakin memperkokoh fondasi keluarga sakinah, kesungguhan bersama dalam
mengatasi konflik serta diharapkan bisa menjadi keluarga yang harmonis, sehat
dan saling memberikan kebahagiaan,” paparnya.
Selanjutnya
beliau menyampaikan hubungan pasutri yang ideal yaitu kompak dalam hal niat dan
tujuan membentuk keluarga, bergaul dengan baik yakni saling menghormati, saling
kasih sayang, saling memaafkan, mengalah, jujur, berterus terang, saling
percaya dan bekerjasama, menjaga rahasia keluarga dan berakhlakul karimah.
Ditambahkan
pula, bahwa manajemen keuangan keluarga harus dilandasi prinsip keyakinan bahwa
penentu dan pemberi rezki adalah tuhan dengan usaha yang diniati untuk memenuhi
kebutuhan keluarga agar dapat beribadah dengan khusuk, sehingga memiliki
komitmen dan prioritas penghasilan halal yang membawa berkah dan menghindari
penghasilan haram yang membawa petaka.
“Harapannya
keluarga mampu merencanakan kebutuhan hidup keluarga, dan keluarga mampu
memenuhi kebutuhan hidup serta menekan angka perceraian pasangan muda usia
nikah” harapnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Bimas Islam H
Zulkarnaen SAg menambahkan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga
harus didasari dengan prinsip saling pengertian dan saling memahami antara
pasangan suami dan isteri. Karena dengan demikian akan lebih mudah dalam
mengatur segala kebutuhan keluarga dan juga yang paling penting keluarga
tersebut akan terhindar dari berbagai pesoalan atau konflik rumah tangga.
“Segala bentuk kebutuhan
dalam keluarga hendaklah disesuaikan, jangan sampai pengeluaran lebih besar
dari penghasilan. oleh karena itu, jika ini semua sudah dilakukan, InyaAllah
masa depan keluarga akan menjadi lebih baik” ungkapnya. (tfk)