0 menit baca 0 %

Kakan Kemanag Kampar : Valentine Day Bukan Tradisi Islam

Ringkasan: Kampar (Inmas) – Valentine day bukan tradisi islam dan tidak ada tuntunannya dalam islam. Untuk itu, Kepada seluruh Masyarakat Kampar khususnya beragama Islam, apalagi murid-murid Madrasah dan Pondok Pesantren, jangan pernah merayakan hari valentine day, karena merayakannya hukumnya haram.

Kampar (Inmas) – Valentine day bukan tradisi islam dan tidak ada tuntunannya dalam islam. Untuk itu, Kepada seluruh Masyarakat Kampar khususnya beragama Islam, apalagi murid-murid Madrasah dan Pondok Pesantren, jangan pernah merayakan hari valentine day, karena merayakannya hukumnya haram. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Muhammad Ali MSy, hari sabtu (13/02), di hadapan Guru dan murid Ponpes Mu’alimin Bangkinang.

Fairus menegaskan, Valentine day atau disebut juga dengan hari kasih, yang diperingati setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya, adalah budaya yang menyimpang dari nilai, norma dan aturan, yang tidak sesuai dengan agama dan budaya. Untuk itu, Kantor Kementerian Agama telah mengeluarkan himbauan Nomor : Kd.04.02/01/KP.02.3/145/2016, tanggal 12 februari 2016, tentang larangan merayakan hari valentine day.

Isi dari himbauan tersebut: pertama, merayakan hari kasih sayang (sebutan hari valentine) , bukan tradisi islam dan tidak ada tuntunannya dalam islam. Kedua, dalam referensi islam dan budaya, yang berfilosofi ”adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah”, tidak ada mengatur tentang hari valentine. valentine itu ujung-ujungnya hanya pergaualan bebas. Ketiga, hari valentine cendrung mendorong orang permisif dan melanggar norma-norma, serta bentuk pengrusakan budaya secara sistemik dari luar dan pengrusakan budaya kepatutan, jelas Fairus.

Kemudian yang keempat, kepada orang tua, guru, ninik mamak, alim ulama, pemuka masyarakat, harus mempunyai peranan penting dalam melarang generasi muda untuk tidak ikut merayakan hari valentine. Dan yang kelima, kepada pemilik hotel, wisma dan tempat hiburan lainnya, agar tidak mengadakan acara serta menyediakan tempat untuk merayakan valentine day, pungkas Fairus. (Ags)