KAFILAH MTQ RIAU TARGETKAN 5 BESAR
Ringkasan:
Pekanbaru, 2/6 (Humas)- Bila tidak ada aral melintang Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau akan memberangkatkan kafilahnya hari ini, Rabu, 2 Juni 2010 menuju Provinsi Bengkulu untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke XXIII Tahun 2010 di Kota Bengkulu, yang akan beerlangsung p...
Pekanbaru, 2/6 (Humas)- Bila tidak ada aral melintang Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau akan memberangkatkan kafilahnya hari ini, Rabu, 2 Juni 2010 menuju Provinsi Bengkulu untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke XXIII Tahun 2010 di Kota Bengkulu, yang akan beerlangsung pada tanggal 4 Juni sampai dengan 14 Juni 2010. Jumlah kontingen yang akan mengikuti MTQ adalah sebanyak 45 peserta ditambah dengan 15 orang pelatih dan official.
Demikian disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH. MM, melalui Kepala Bidang Pendidikan Agama dalam Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid (Penamas) H. M. Saman, S.Sos. M.Si. di ruang kerjanya, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 235 Pekanbaru, di sela-sela kesibukannya mempersiapkan diri menuju Bengkulu, untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional.
Dikatakannya, musabaqah yang akan diikuti oleh kafilah Riau adalah sebagai berikut : Tilawah Anak-Anak; Tilawah Remaja; Tilawah Dewasa; Canet; Tartil; Qiraat Sabaah; Tahfiz 1 sampai 5 Juz; Tahfiz 10, 20 dan 30 Juz; Tafsir Bahasa Arab; Tafsir Bahasa Indonesia; Tafsir Bahasa Inggris; Khattil Quran; Fahmil Quran; Syarhil Quran; dan M2KQ.
Rombongan MTQ Provinsi Riau ke Bengkulu Tahun ini dipimpin oleh Asisten II Setda Riau, Drs. H. Emrizal Pakis, dengan membawa target 5 besar. Target ini berada di bawah pencapaian hasil sebelumnya, sebab Provinsi Riau biasanya pernah berada pada tiga besar dan bahkan dua besar.
Ketika ditanya tentang makna MTQ bagi umat Islam, H. M. Saman, menyatakan, bahwa MTQ adalah kegiatan keagamaan yang yang populer di kalangan umat islam di tanah air. Sebagai arena kegiatan spritual yang menjunjung tinggi persaudaraan, MTQ mampu menjadi perekat bagi terciptanya pola keberagamaan yang kondusif dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
H. M. Saman lebih lanjut menyatakan, MTQ merupakan ajang untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang kandungan al-Quran. Bagi generasi muda, MTQ merupakan sarana untuk meningkatkan kebersamaan dan kejujuran. Generasi muda yang mampu bertindak Qurani, akan mampu menghadapi tantangan dan berakhlak mulia guna melanjutkan pembangunan bagi kesejahteraan bangsa, Melalui MTQ diharapkan akan terwujud generasi muda yang lebih baik, maju dan berkembang di masa yang akan datang. (Ash).