0 menit baca 0 %

Kadis Pariwisata : Sebuah Restoran harus memiliki standar Halal

Ringkasan: Riau (inmas ) senin, 24 september 2018 Bertempat di Aula Hotel Pesona  Dilaksanakan pembukaan sosialisasi Usaha pariwisata Halal yang ditaja oleh Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Pekanbaru. Kegiatan berlangsung selama dua hari dari tanggal 24 september-25september dengan jumlah peserta yang men...

Riau (inmas ) –senin, 24 september 2018 Bertempat di Aula Hotel Pesona  Dilaksanakan pembukaan sosialisasi Usaha pariwisata Halal yang ditaja oleh Dinas kebudayaan dan pariwisata kota Pekanbaru. Kegiatan berlangsung selama dua hari dari tanggal 24 september-25september dengan jumlah peserta yang menghadiri acara tersebut sebanyak 65 orang.

Adapun tujuan dari sosialisasi tersebut  adalah untuk menjamin kualitas produk usaha pariwisata dalam memenuhi kebutuhan  wisatawan, Memberikan keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan agar dapat menikmati kunjungan wisatanya yang aman, Halal sesuai dengan konsep pariwisata yang terintegrasi dengan nilai syariah kepariwisataan dengan menyediakan fasilitas sesuai dengan syariah serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku Penerapan usaha Pariwisata Halal seperti diantaranya perhotelan, Tempat wisata, biro perjalanan wisata, tempat kuliner dan unsur pariwisata yang lain yang bertujuan untuk meningkatkankan  kenyamanan baik dari segi kebersihan, kenyamanan fasilitas ibadah serta pengolahan dan penyajian  makanan.

Sosialisasi usaha pariwisata halal tersebut dihadiri oleh narasumber yang terdiri dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yaitu Erwis Nurahtomo , Kemenag kanwil Provinsi Riau yaitu Drs. H.Ahmad Supadi.Ma ,Direktur LBPOM MUI yaituDr. Hj.Sofia Anita Msc , Dosen STP Riau yaitu Hj. Rismayanti M.Par , Ketua MUI yaitu Dr. H.Ilyas Gusti. MA .

Dalam Sambutannya  Kepala dinas pariwisata Dr.H.Nurfaizal.M.pd mengatakan bahwa dengan adanya sosialisasi usaha pariwisata halal diharapkan dapat berjalan sesuai dengan moto pekanbaru menjadikan pekanbaru sebagai kota Metropolitan yang Madani. Madani tentu mengandung nilai agama dan pekanbaru merupakan bumi melayu jadi kita harus menyiapkan yang halal supaya nanti pariwisata yang datang ke Pekanbaru lebih aman, nyaman di dalam pelayanannya . yang halal disini bukan hanya menyangkut pelayanannya saja tetapi juga pelayanan yang lainnya seperti cara berpakaiannya, perilakunya,sopan santunnya. Dengan menerapkan sosialisasi pariwisata halal di Kota pekanbaru Negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam tidak lagi kebingungan untuk mencari dimana tempat makanan yang halal jadi tindak lanjutnya baik itu hotel, Restoran  ada sertifikat halalnya.

Kepala Dinas Pariwisata  Provinsi Riau meminta kepada MUI untuk memberikan standart halal baik itu toko kue, toko makanan, Rumah makan , Restoran, tempat minum kopi wajib mengurus sertifikat halal karena akan dijadikan Perda pada tahun 2019 karena di dunia yang sudah Globalisasi ini diharapkan  kita dapat memilah mana yang halal dan mana yang tidak halal  . jadi menekan perkembangan pergaulan Apalagi media sosial sangat lancar saat ini.

 Kepala Dinas Pariwisata  Provinsi Riau juga Menghimbau Kepada seluruh Restoran, salon, Tempat Spa, yang belum memiliki label halal supaya segera Mengurus untuk mendapat Sertifikat Halal dan bekerja sama dengan MUI apa saja Indikator-indikator Halal yang harus dipenuhi oleh sebuah restoran. (ana/ Anto/ Fitri)