0 menit baca 0 %

Kabid Urais dan Binsyar: Operator SIMKAH-web Harus Pegang Prinsip K3I

Ringkasan: Inmas (Riau) Sebanyak 94 peserta yang terdiri dari kepala KUA kecamatan, Penghulu dan operator SIMKAH-web di KUA mengikuti kegiatan Bimbingan Tekhnis  Layanan KUA Berbasis Informasi Teknologi di Hotel Garden Angkasa 26 s.d 28 April 2019. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Urusan Agama Islam dan...

Inmas (Riau) – Sebanyak 94 peserta yang terdiri dari kepala KUA kecamatan, Penghulu dan operator SIMKAH-web di KUA mengikuti kegiatan Bimbingan Tekhnis  Layanan KUA Berbasis Informasi Teknologi di Hotel Garden Angkasa 26 s.d 28 April 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya masing masing.

Secara umum Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada Aparatur di KUA dalam meningkatkan kecakapan, keahlian dan Keterampilan mereka terutama dalam hal yang berhubungan dengan IT.

Drs H Afrialsah Lubis MPd selaku Kabid URAIS dan Binsyar Kemenag Riau memberikan materi terkait Kebijakan Pengelolaan dan Pelayanan Administrasi Nikah dan Rujuk Berbasis IT kepada peserta Bimtek.

Dalam kesempatan itu ia memaparkan  operator berfungsi untuk memberikan layanan  yang berbasis IT kepada masyarakat agar prosesnya cepat dan tepat sesuai ahlinya.

 “Oleh karena itu maka apa yg diamanahkan kepada kita dijalankan dengan Sami’naa wa atha’naa. kami dengar dan kami patuhi. Kalau tidak, kita akan melenceng dari ini semua”, katanya.

Memberi motivasi, Afrialsah  mengajak peserta untuk amanah dengan tanggung jawab yang diberikan. “Rasulullah mengingatkan kita, bila sudah diberi amanah, embanlah  amanah itu, jangan sampai kita tidak melaksanakan amanah itu, kita akan merugi selamanya,  karena artinya sudah mengkhianati amanah itu”,terangnya. 

“Apalagi data SIMKA web 12 kecamatan sudah melaksanakan data ini. “Jangan bermain main dengan data ini, maka tunggulah, nanti akan dipertanyakan Allah”, jelasnya mengingatkan peserta.

Menurutnya data SIMKAH harus dapat  dipertanggungjawabkan  sesuai data di lapangan. “Kalau data  SIMKA web ini dimainkan mainkan,  misalnya sudah pernah kawin, tapi dalam data belum kawin ini, sementara  basis data itu sudah terintegrasi dengan disdukcapil, terlampir sudah memiliki istri, akhirnya data ganda yangterjadi”, sebutnya mencontohkan.

Hal demikian lanjutnya, Bisa melanggar peraturan menteri agama tentang pencatatan perkawinan, sehingga menjadi masalah, sudah kawin tapi tidak ada putusan pengadilan. 

“Hal Ini nanti sangat tergantung krpada bapak ibu sebagai operator, maka ikutilah BIMTEK ini dengan benar, kita hayati, renungkan, amalkan”, pesannya kepada peserta 

Afrialsah mengungkapkan  3 konsep untuk menjalankan sebuah organisasi  supaya terjadi inovasi. Ia menggunakan konsep K3I.

Pertama, masing-masing kita perlu membangun komitmen sekaligus memperbaiki data yang carut marut. “Informasi teknologi ini maka kita bangun bersama sama, tentu harus disiplin, karena komitmen itu adalah disiplin. 

Kedua, koordinasi. “ Bisa gak kita berkoordinasi?, dengan siapa? Tentunya dengan lingkungan internal, baru eksternal, ucapnya. 

Kemudian kecerdasan. Dengan banyak membaca, menggali dan mencari tahu terkait informasi teknologi akan membantu operator lebih giat dalam berinovasi, jelasnya menyebut poin ke tiga. Ia menilai ketika tiga hal itu sudah diimplementasikan ke dalam sebuah pekerjaan, sendirinya Image akan muncul. “Image bisa diraih kalau kita punya dan laksanakan tiga hal itu”, tutupnya.(vera)