Pekanbaru (Inmas) - Dalam rangka evaluasi kinerja Bimas Islam se Provinsi Riau, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah melakukan monitoring pelaksanaan anggaran melalui aplikasi Elektorik Monitoring Pelaksanaan Anggaran (eMPA). “ Berdasarkan laporan monitoring e-MPA BIMAS Islam di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau per 12 April 2016, serapan anggaran keseluruhan adalah 08.25 . Capaian ini 07.84 dibawah rata – rata nasional yang telah mencapai 16.09 % dengan serapan tertinggi Bimas Islam Kankemenag Kab. Indragiri Hilir (13.21%).” ungkap Drs. H. Asmuni, MA di ruangan beliau.
Kabid Urais menambahkan, “Pada laporan online monitoring SPAN, realisasi keseluruhan BIMAS Islam di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau per 12 April 2016 telah mencapai 18.18 . Dengan demikian terdapat selisih 09.93 serapan anggaran belum diinputkan ke dalam e-MPA. Untuk itu diharapkan kepada seluruh operator eMPA Bimas Islam di Provinsi Riau agar konsisten dalam penginputan realisasi anggaran ke dalam eMPA agar kinerja kita dapat dipantau secara nasional”.
Pada laporan monev aplikasi eMPA itu juga terungkap, bahwa pelaksanaan kegiatan RKP Bimas Islam 2016 yang terdiri dari 6 jenis kegiatan yang meliputi Penyediaan bantuan tunjangan bagi Penyuluh Agama Islam non PNS, Pembangunan Gedung KUA, Penyaluran bantuan sertifikasi tanah wakaf, Penyaluran bantuan pemberdayaan lembaga/mustahiq, Penyediaan bantuan pemberdayaan wakaf produktif, dan Penyelenggaraan pembinaan penyuluh agama yang dilaksanakan di 13 satker Kemang seprovinsi Riau baru mencapai 2.78 %. Capaian ini sangat jauh dari target triwulan I yang idealnya berkisar 20 – 25 %.
Dari dana PNBP, berdasarkan SE Kemenkeu Nomor SE-19/PB/2016 tentang Batas Maksimum Pencairan Dana PNBP NR Tahap I 2016 Provinsi Riau mendapatkan alokasi Rp 1.108.150.000,. Akan tetapi sampai saat pencairan dana oleh Kankemenag Kab./Kota sebesar Rp 207.900.000, atau 18 % dari dana tersedia. “ Hal ini akan dilakukan evaluasi kepada unit terkait rendahnya pencairan ini karena akan berdampak kepada menurunnya kinerja pelayanan pencatatan nikah,” ungkap H. Asmuni yang juga diamini oleh Dra. Hj. Idah Heridah, MM., selaku Kasi Kepenghuluan yang menangani PNBP ini.
“Semoga untuk triwulan II pelaksanaan anggaran kita akan lebih baik dan sesuai target sehingga akan meningkatkan performa dan kinerja Bimas Islam Provinsi Riau”, harap Kabid Urais dan Binsyar.(sbs)