Riau (Inmas) - Kegiatan hisab rukyat yang dibuka Kakanwil Kemenag Riau pada Minggu sore, masih berlangsung hingga kini di Hotel Whiz Pekanbaru. Pada kesempatan itu Kepala Bidang Urais dan binsyar kanwil Kemenag Riau Afrialsah Lubis MA mengajak peserta kegiatan hisab rukyat untuk tahun anggaran 2019 dari tgl 7-9 2019 di hotel Whiz jl. Jend. Sudirman untuk serius mengikuti kegiatan yang hanya digelar Sekai dalam setahun itu.
Afrialsah Lubis mengharapkan para peserta dapat menimba ilmu yang di sampaikan nara sumber tingkat nasional dan propinsi. Dalam hal ini khususnya dalam masalah menghitung awal bulan puasa 2019.Ā
Selain itu, sambungnya diharapkan juga peserta dapat mengaplikasikan ilmu tersebut untuk tahun tahun yang akan datang. āPersoalannya selama ini masih dilakukan orang yang itu ke itu saja, dengan bimtek ini semoga akan dalam ada regenerasi dalam perhitungan iniā, sebutnya.
Sebenarnya perhitungan ini sejak dulu tidak pernah berubah sehingga gampang, karena Bumi Allah 360° berputar pada porosnya 24 jam tidak pernah berubah. Revolusi yg dibuyuhkan juga 1 tahun 365Ā + 1/4 hari, Tepatnya. Maka setiap 4 Tahun sekali ada tahun kabisat. Antara qamariah dan syamsiyah selisihnya 11 hari.Ā
Sedang pada tahun kabisat selisihnya 12 hari. Di tahun qamariah ini perhitungannya berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, lanjutnya. āMaka dari 365 hari untuk tahun qamariah sedangkan untuk tahun syamsiah 365 hari. Alasan dibulatkan, karena tidak bisa disebut ¼ hari. Pada tahu kabisat nanti yang jumlah harinya 366ā, rincinya.
Janheri MA selaku Kasi Penyelenggara Syari'ah menuturkan bahwa Target utama bimtek hisab rukyat untuk menciptakan SDM-SDMĀ hisab rukyat berkualitas di Provinsi Riau, sampai kabupaten/kota dan kecamatan. āMaka peserta yang dilibatkan terdiri dari para kasi, KUA, penghulu. Karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa menjelaskan ke masyarakat dengan gamblang dan yakinā, sebutnya.
Ia menilai Hisab rukyat berkaitan dengan ibadah mahdhah. Karena berkaitan dengan penentuan awal bulan Qomariah, termasuk Ramadhan dan juga Syawal dan Zulhijjah.
Dan yang lebih dahsyat lagi dalam Ramadhan itu ada 4 rukun islamĀ sebagai ibadah mahdhah harus dilaksanakan sekaligus. Shalat, syahadat, shaum, zakat. Oleh karena itu kita butuh kepastian dan ketetapan yang membawa pada keyakinan. Sehingga kita dalam menjalankan ibadah tadi betul betul haqqul yaqin
āDengan pelatihan tersebut diharapkan lahirlah tokoh tokoh ilmu Falaq khususnya dalam hisab rukyat iniā, harapnya.
Dalam penggunaan alat ini bisa bisa membawa pada kepastian dalam menentukan waktu waktu ibadah yang ditentukan AlQuran dan Sunnah,terangnya.
Sebagai informasi, kegiatan Bimbingan Teknis Hisab Rukyat yang dilaksanakan selama tiga hari ini membahas materi berikut;Ā Ā
Kebijakan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau, tentang Persoalan Hisab Rukyat yang akan disampaikan oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin. MA
Kedua, Kebijakan Kementrian Agama RI tentang Hisab Rukyat yang akan disampaikan oleh Bapak Direktur Urais dan Binsyar Kemenag RI.
Ketiga materi tentang Perhitungan Arah Kiblat dan Waktu Sholat Serta Pengenalan dan Praktek Software HisabĀ oleh Kepala Seksi Pengelolaan Hisab Rukyat Ditjen Bimas Islam Kemenag RIĀ H. Ismail Fahmi S,Ag.
Keempat, Dasar Falaq. Hisab dan Arah Kiblat , Awal waktu Sholat, dan Awal Bulan Qamariyah yang akan disampaikan Oleh Bapak Dr. H. Hajar Hasan, M.A.
Kelima, Pengenalan Scientifik Calculator dan Perangkat Hisab Rukyat oleh Bapak Drs. Yohan Fauzy Yulises, M.H
Keenam, Diskusi dan Rekomendasi, yang aknn dibawakan oleh Bapak Kepala Seksi Pernbinnan Syari'ah dan Informasi UraisĀ H.Janhery. M.A.(vera/faj)
Ā