0 menit baca 0 %

Kabid PHU: Scanning Dokumen Haji untuk Penerbitan Visa, Berikut Tahapannya

Ringkasan: Riau (humas) Meski pemerintah Arab Saudi saat ini tengah menutup  sementara penerbitan visa umrah dan ziarah ke Tanah Suci, namun persiapan ibadah haji tetap berjalan seperti biasa. Tak terkecuali Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau.Misalnya proses scanning paspor, pendaftaran untuk wilayah yang tak ada...

Riau (humas) – Meski pemerintah Arab Saudi saat ini tengah menutup  sementara penerbitan visa umrah dan ziarah ke Tanah Suci, namun persiapan ibadah haji tetap berjalan seperti biasa. Tak terkecuali Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau.

Misalnya proses scanning paspor, pendaftaran untuk wilayah yang tak ada pasien positif corona, maupun pelunasan biaya haji dan layanan mutasi keluar masuk jemaah.

Selain paspor, visa sangat diperlukan jemaah haji dan umrah, semacam izin masuk ke Tanah Suci.  Untuk proses pemvisaan, Darwison menjelaskan beberapa tahapan yang akan ditempuh, hingga dokumen dikantongi jamaah dalam lebih 12 kloter asal Riau, jika melihat pada pelaksanaan haji tahun sebelumnya.

Namun ada empat ketentuan mutlak yang harus dilalui untuk penerbitan visa, sebut Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau kepada humas melalui sambungan via selluler, Senin (13/04).

Pertama, wajib jemaah  menyerahkan pasport, untuk selanjutnya dilakukan scanning mrtd (mesin reader Travel Dokumen). Kedua, scanning lembar pelunasan. Ketiga, harus menyerahkan lembar vaksin meningitis, karena ini syarat wajib bisa keluar, dan terakhir pas photo yang sudah discanning secara elektronik dan otomatis tersimpan di server Siskohat pusat.

Permohonan visa, di antara langkahnya, melakukan pengisian formulir permohonan visa melalui web Kementerian Haji Arab Saudi (e-hajj).

Melakukan grouping kloter jemaah, kemudian pencetakan barcode. Dilanjutkan melakukan pemaketan layanan jemaah haji di Arab Saudi. Monitoring proses pemaketan dan status permohonan visa, hingga memastikan status approval dari MoFA.

“MoFA (Ministry of Foreign Affairs), itulah voucher konfirmasi dari Kementerian Haji Saudi untuk calon jamaah, berdasarkan kuota yang tersedia.” Jelasnya.

Yang tak kalah penting Sebelum mengajukan visa ke KBSA, setiap jemaah mesti telah memiliki MoFA, lanjutnya.

MoFA diterbitkan muassasah merupakan penyelenggaraan haji dan umrah di Saudi Arabia yang ditunjuk oleh Kementerian Haji Saudi.

“Dari KBAS juga, nanti Kanwil bisa mengunduh dan mencetak visa jemaah, menggabungkan lembar visa dengan paspor. Sekaligus mengkonfrimasikan visa jemaah ke dalam sistem juga mencetak manifes tanda terima penyerahan paspor yang bervisa”, rincinya lagi.

Kini, sambung Darwison Kanwil Kemenag Provinsi tak perlu lagi mengirimkan paspor calon jemaah haji ke Jakarta untuk pengurusan visa sebagaimana tahun tahun sebelumnya.

“Tak hanya visa, proses pengkloteran dan pembatalan jemaah karena berhalangan tetap juga bisa dilakukan di tingkat kantor wilayah. Dimana pada tahun sebelumnya pembatalan hanya bisa dilakukan di pusat.” Jelasnya.

Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau, katanya, kini sedang merincikan kebutuhan yang diperlukan untuk pembuatan visa. Setelahnya baru melakukan grouping kloter jemaah, bila melihat kepada musim haji yang lalu. Jika syarat keempat dokumen diatas ini diupload ke Siskohat pusat, selanjutnya akan di share ke Kedubes melalui sistem online. 

Ia mengaku untuk tahap pengkloteran harus memenuhi beberapa syarat sesuai regulasi yang ada.

Namun dengan kondisi darurat covid-19 ini, pihaknya mengaku tetap menunggu keputusan dari Kemenag pusat.

Lebih dari itu ia meyakini saat ini pemerintah Arab Saudi sedang mempersiapkan berbagai hal, sehingga penyelenggaraan haji bisa terlaksana.

Hanya saja, Darwison tidak memungkiri bahwa dengan ditutup sementaranya haji dan umrah kebijakan tersebut adalah langkah terbaik ditengah Pandemi covid-19 ini.

Hingga kini ia menyatakan belum ada indikasi Arab Saudi menunda pelaksanaan ibadah haji.

“Soal indikasi penundaan ibadah haji, saya kira masih terlalu jauh. Musim haji masih tiga bulan,” katanya.

Kendati demikian, Darwison meminta semua pihak harus tetap optimistis masalah virus corona bisa diselesaikan sebelum berlangsungnya musim haji.(vera)