0 menit baca 0 %

Kabid PHU: Pemeriksaan Kesehatan Tahap II Sudah 90 %, Istitho'ah Kesehatan Urgen

Ringkasan: Riau (Inmas) Rakor lintas sektor Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440 H/2019 M yang diinisiasi oleh Kemenag Riau melalui Bidang PHU selama tiga hari Kedepan dibuka langsung oleh PLT Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Senin (11/02) petang.Kabid PHU Erizon Efendi menyatakan Rapat ker...

Riau (Inmas) – Rakor lintas sektor Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440 H/2019 M yang diinisiasi oleh Kemenag Riau melalui Bidang PHU selama tiga hari Kedepan dibuka langsung oleh PLT Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Senin (11/02) petang.

Kabid PHU Erizon Efendi menyatakan Rapat kerja yang akan berlangsung hingga Tanggal 13 Februari mendatang melibatkan sejumlah SKPD bertujuan untuk menyamakan persepsi, visi dan misi dalam rangka meningkatkan layanan  penyelenggaraan calhaj 2019.

Diselenggarakannya rapat koordinasi ini untuk mempersiapkan dalam pemberangkatan Jemaah Calon Haji Provinsi Riau mulai dari proses persiapan dokumen haji sampai jamaah berangkat nantinya ke tanah suci dan kembali lagi ke tanah air.

Beliau mengharapkan kepada seluruh unsur yang terlibat, baik yang bertugas dibidang pelayanan (akomodasi, administrasi, dll), ataupun bidang lainnya, diharapkan ikut serta mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung kelancaran kegiatan.

"Semua harus dipenuhi, agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan sesuai standarisasi yang ada,” pinta PLT Kakanwil.

Secara teknis, persiapan pemberangkatan jemaah haji, disampaikan oleh Kabid PHU, Erizon Efendi. Ia  mengatakan butir-butir pembahasan yang diangkat dalam rapat persiapan pemberangkatan ini antara lain pemeriksaan kesehatan jamaah, verifikasi jumlah jemaah dan kloter, jadwal dan teknis pemberangkatan termasuk jadwal diterima di Asrama Haji Batam atau melalui Embarkasi Haji Antara yang ditargetkan bisa dilaksanakan dalam tahun ini nantinya.

Erizon mengatakan rapat ini sebagai wujud koordinasi ini untuk menyelesaikan semua kendala yang dihadapi dalam pemberangkatan jemaah calon haji Kemenag Riau, baik akomodasi maupun keamanan, sehingga jamaah haji dapat terlayani dengan nyaman dan aman mulai keberangkatan hingga pemulangannya.

Saat ini tengah berlangsung pemeriksaan kesehatan tahap II. “Alhamdulillah hampir 90 persen calhaj telah melakukan pemeriksaan kesehatan ini, memang hasil akhir pemeriksaan ini belum dikeluarkan dinas kesehatan, karena tujuan akhir dari ini nanti untuk mengeluarkan rekomendasi atau sejenis surat keterangan istitho'ah jamaah”, ucapnya. Erizon menegaskan pemeriksaan kesehatan tahap II ini untuk istitho'ah calon jamaah haji. “Nanti hasilnya akan menjadi syarat pelunasan Penyelenggaraan Biaya Ibadah Haji (BPIH). “Pemeriksaan ini urgen, untuk mengetahui status kesehatan jamaah haji resiko tinggi atau tidak”, jelas Erizon.

Sedikitnya ada empat syarat istithoa'ah yang harus dipenuhi jamaah pada musim haji kali ini, pertama terpenuhinya istitho'ah, artinya jamaah bisa melunasi dan bisa berangkat. Kedua, istitho'ah dengan pendampingan, jika jamaah dikategorikan usia lanjut atau berat. Ketiga, istitho'ah dengan jangka waktu. “Untuk hal ini kami sangat mengapresiasi dinas kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan lebih awal dibandingkan tahun tahun sebelumnya”, sebut Erizon. Tujuannya adalah ketika jamaah ini istitho’ahnya dengan jangka waktu, harapan kita dalam waktu lima bulan jelang waktu keberangkatan, ketika kesehatan yang menyebabkan jamaah tidak bisa mendapatkan istitho’ah ini, bisa disembuhkan menjelang keberangkatan.

“Paling tidak menjelang pelunasan BPIH, istitho’ah ini sudah bisa dikeluarkan” ujarnya. Terakhir, tidak terpenuhinya istitho’ah. Bagi jamaah yang tidak memenuhi istitho’ah inilah yang akan menjadi perhatian kita bersama. “Nanti akan dibahas dengan Dinas Kesehatan, sehingga disamping kita menjalankan UU nomor 5 Tahun 2016 tentang istitho’ah kesehatan ini bisa dibahas segera, dan kita akan mencari solusi bagaimana yang terbaik nantinya, kita tetap melaksanakan regulasi dan UU yang berlaku disamping itu kita juga memperhatikan keinginan jamaah untuk menjalankan ibadah haji di tanah suci”, terangnya.(Vera/Anto/Adi)