0 menit baca 0 %

Kabid PHU: Masa Darurat Covid-19, Pelunasan Biaya Haji di Riau Sudah 64,1 %

Ringkasan: Riau (humas) Sejak diberlakukannya sistem pembayaran tanpa tatap muka atau non-teller untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2020 oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI hingga 30 April 2020 mendatang.Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau juga terus menindaklanjuti keb...

Riau (humas) – Sejak diberlakukannya sistem pembayaran tanpa tatap muka atau non-teller untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2020 oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI hingga 30 April 2020 mendatang.

Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau juga terus menindaklanjuti kebijakan ini meskipun dibunyikan hanya bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan.

H Darwison MA menjelaskan, pelunasan BIPIH tahap pertama dibuka sejak 19 Maret 2020 di Provinsi Riau.

Sejak awal dikatakannya memang ada dua mekanisme pembayaran, yaitu melalui teller di bank dan non-teller melalui e-banking atau ATM.

Hanya saja mengingat perkembangan pandemi Covid-19 yang kian meluas, pembayaran pun diimbau agar melalui non-teller.

Masa pembayaran yang semula dibatasi hingga 19 April 2020, diperpanjang sampai 30 April tahun ini, sebutnya kepada humas melalui sambungan via seluler, Selasa (07/04) pukul 11.15 WIB siang.

Menurut Darwison kebijakan ini menjadi upaya Kemenag mencegah penyebaran virus Covid-19.

Darwison menambahkan, pihaknya telah mengimbau jemaah melalui Kepala Kankemenag kabupaten/kota, untuk segera dan tetap melunasi BIPIH.

 “Jika sampai penutupan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua dari 12 sampai 20 Mei 2020," ucapnya. 

“Saya juga sudah minta Kemenag Kabupaten/kota untuk mensosialisasikan aturan ini secara lebih intensif kepada jemaah haji di daerahnya masing-masing," katanya.

Jangan mudah percaya dengan berita berita hoax yang tidak jelas sumbernya dari mana. "Tetaplah melakukan pelunasan, karena hingga sekarang belum ada berita pembatalan atau penundaan keberangkatan haji dari pihak berwenang," imbuhnya.

Ia mengingatkan jemaah untuk tidak panik atau bimbang terkait keberangkatan haji. "Semoga saja wabah ini segera berlalu, dan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji yang sudah dinanti nanti sekian lamanya," harap mantan Kakankemenag Meranti ini.

Hingga 06 Maret 2020 pukul, tercatat sudah ada  3211 jemaah atau setara 64,1 persen yang sudah melunasi BIPIH. Jumlah ini terdiri dari  jemaah dengan pelunasan tatap muka (teller) dan  jemaah melunasi secara non-teller sejak 27 Maret 2020.(vera)