Riau (Inmas) – Bertempat di Aula Hotel Dafam Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau diwakili Kabid PHU Erizon Efendi SAg MPd menghadiri dan mengikuti kegiatan penyusunan pagu anggaran 2020 untuk satuan kerja (satker) bagian haji se-Riau, Jum’at (20/09).
Ketua panitia Dr Zulfadli Lc melaporkan kegiatan orientasi diikuti oleh 40 peserta yang terdiri para Kasi PHU, para perencana PHU, bendahara PHU di kab/kota se Riau.
Menghadirkan narasumber, Kakanwil Kemenag Riau, Kabid PHU, Ambari Julianto Kasubbag Evaluasi dan Perencanaan Anggaran Ditjen PHU Kemenag RI, Perencana Kanwil Kemenag Riau.
Zulfadli mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk mengupas lebih dalam bagaimana upaya untuk mengsinkronkan antara anggaran DIPA dan PAOH pada Tahun 2020.Â
Sementara itu Erizon Efendi selaku Kabid PHU kanwil Kemenag Riau mengatakan dalam sambutannya kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu bisa diserap dengan baik oleh peserta sehingga dapat dituangkan dan direalisasikan nanti untuk anggaran Tahun 2020.
Mengawali sambutannya Erizon menyampaikan jumlah kuota jemaah saat keberangkatan sebanyak 5385 dan pada fase kepulangan jemaah tinggal 5373.
Dimana tercatat jemaah Riau yang wafat di Arab Saudi 11 orang, ditunda pulang 1 orang atas nama Hasna hingga kini. Jemaah yang tunda pulang menjadi domainnya pemerintah Arab Saudi.
Erizon berharap agar kegiatan ini dimanfaatkan sebai-baiknya karena kegiatan ini sangat menentukan kualitas dan efektifitas program dan kegiatan tahun anggaran 2020 nanti, wujudkan singkronisasi program dan kegiatan antara provinsi dan kabupaten secara baik melalui musyawarah sesuai dengan alokasi anggaran serta kebutuhan masing-masing satker.
Erizon mengatakan bahwa penyusunan pagu anggaran tahun 2020 ini merupakan langkah awal untuk menentukan kebijakan pada tahun 2020, saya berharap penyusunan pagu dimasing-masing satker, khususnya satker yang ada dilingkungan Kantor Kabupaten/kota se Riau, didasarkan atas kebutuhan riil dengan memperhatikan skala prioritas atas hasil evaluasi program dan kegiatan pada tahun anggaran 2019 ini pinta Erizon.
Kepada Kasi PHU kabupaten/kota, pengelola keuangan satker (bendahara) dan para perencana agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan sungguh-sungguh dari awal sampai akhir sehingga hasilnya nanti benar-benar bermanfaat bagi pembangunan kehidupan beragama dimasa yang akan datang, khususnya peningkatan kualitan program dan pelayanan ditahun 2020 nanti, sebut Erizon.
Selain itu Erizon juga menyinggung terkait rencana pemotongan anggaran yang dilakukan pada Tahun 2020. Ia menilai pemotongan anggaran belanja pada kementerian/ lembaga pemerintah tentu akan memengaruhi kinerja K/ L terkait.Â
Meskipun demikian, Erizon mendukung apabila pemotongan disebabkan perencanaan K/ L tidak relevan terhadap program pemerintah secara keseluruhan. "Kalau demikian, tentu akan dipotong," ujarnya lagi.
Jika ternyata anggarannya melampaui rencana pemerintah secara keseluruhan, pemotongan wajar dilakukan. "Tapi kalau anggarannya real dan perencaannya jelas untuk pelayanan publik, tentu akan berpengaruh," katanya.
“Jangan patah semangat, kita akan coba masukkan sejumlah program skala prioritas pada Tahun 2020, terlebih lagi ini kan masih pagu indikatif belum definitif, masih bisa kita upayakan dan cari peluang untuk meningkatkan realisasi anggaran”, katanya.
Sesuai dengan harapan Menag RI, kita harus upayakan Realisasi anggaran tahun ini bisa mencapai 93 persen.
Untuk itu mantan Kakankemenag Kuansing ini menumpang kan harapan besar melalui kegiatan orientasi ini akan berdampak kepada penyusunan pagu anggaran yang lebih baik.samoai berita ini diturunkan masih berlangsung kegiatan pembukaan kegiatan orientasi yang akan berlangsung hingga hari Minggu lusa.(vera/anto)