Pekanbaru
(Inmas), Tahun Pelajaran 2017/2018 peminat masyarakat untuk
menyekolahkan anak mereka di madrasah sudah sangat signifikan, berdasarkan
survey dari Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau terhadap 49 madrasah yang pada
tahun 2017 telah menerima pendaftaran calon siswa baru sejumlah 12 ribu orang
lebih dan yang diterima atau ditampung dari jumlah tersebut hanya sekitar 7
ribu orang siswa, artinya lebih 5 ribu orang yang tidak bisa diterima di
madrasah tersebut disebabkan banyak hal, hal ini disampaikan Kabid Penmad Drs.
H. Asmuni, MA pada Apel Pagi Senen (17/07) di hadapan seluruh peserta upacara bertempat
di halaman Kantor Kanwil Kemenag Riau.
Animo masyarakat untuk menyekolahkan
anak mereka ke madrasah merupakan salah satu indikasi madrasah sudah memiliki
kualitas sesuai diinginkan oleh masyarakat, peningkatan mutu dan kualitas
madrasah harus senantiasa kita jaga dan tingkatkan sehingga motto lebih baik
madrasah dan madrasah lebih baik dapat kita wujudkan, urai Kabid Penmad.
Lebih lanjut, Kasi Kurikulum
dan Evaluasi Bidang Penmad Kanwil Kemenag Riau H. Kamaruddin menyampaikan bahwa
49 madrasah yang di survey tersebut adalah tingkat MTs dan MA, sedangkan
tingkat MI tidak disurvey, adapun penyebab banyaknya siswa yang tidak bisa
masuk ke madrasah di sebabkan oleh keterbatasan lokal atau sarana prasarana,
dengan banyaknya pendaftar yang mendaftar mengharuskan pihak madrasah melakukan
seleksi slektif dengan metode transpasan yang bisa dilihat dan dipantau oleh
semua pihak, dengan kondisi saat ini semoga kita (madrasah-red) bisa memberikan
pelayanan maksimal kepada peserta didik sebagaimana yang di instruksikan oleh
Kabid Penmad, tambah Kamaruddin.
Sebagaimana yang disampaikan
oleh Kabid Penmad bahwa mutu dan kualitas pendidikan madrasah yang bisa
bersaing dan berprestasi pada saat ini baik dalam bidang akademik maupun non
akademik, Kasi Kelembagaan dan SIM Bidang Penmad H. Herra Firmansyah, S.Ag
menambahkan bahwa menjawab keresahan dan kerinduan masyarakat akan anak yang
berkarakter dan berakhlak mulia pada saat ini madrasah mampu menjawab dengan
pengembangan model pembelajaran dan kurikulum yang penuh dengan muatan dan
nuansa agama, karena hanya melalui pendidikan agama yang baiklah karakter dan
akhlakul karimah bisa terbentuk, semoga kegelisahan akan kondisi kemerosotan
akhlak saat ini dapat di perbaiki oleh lembaga pendidikan di Indonesia terutama
lembaga pendidikan madrasah, pungkas Herra berharap.(AZ)