0 menit baca 0 %

Kabid Haji : Jadilah Jema’ah Haji Mandiri

Ringkasan: Kampar (Inmas) Dengan keterbatasan petugas, jadilah jema ah haji yang mandiri. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penyelenngara Haji dan Umrah H Erizon Efendi, dihadapan seluruh Jema ah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kampar, dalam acara manasik haji tingkat Kab.

Kampar (Inmas) – Dengan keterbatasan petugas, jadilah jema’ah haji yang mandiri. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Penyelenngara Haji dan Umrah H Erizon Efendi, dihadapan seluruh Jema’ah Calon Haji (JCH) Kabupaten Kampar, dalam acara manasik haji tingkat Kab. Kampar tahun 2019, hari rabu (26/06/2019), di Masjid Jami’ Al-Ihsan Markaz Islamy Kab. Kampar.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Alfian MAg, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah MSy, Kabag Kesra Setda Kab. Kampar H Yurnalis, Para Petugas Haji, baik dari TPIHI, TPHI, TKHI, maupun TKHD.

Erizon mengatakan, manasik haji ini adalah kunci dari ilmu menunaikan ibadah haji. Untuk itu ikuti manasik haji ini dengan sebaik-baiknya. Untuk diketahui, Kementerian agama bersama pemerintah memfasilitasi mulai dari manasik, pemberangkatan, pelaksanaan hingga pemulangan.

Pelayanan ibadah haji menjadi tanggung jawab pemerintah untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan bagi jema’ah. Bukan saja Kementerian Agama, melainkan melibatkan beberapa kementerian dan lembaga karena ibadah haji merupakan tugas nasional, tandas Erizon Efendi.

Saat ini, Kemenag terus melakukan Peningkatan demi kepuasan jamaah. Baik itu peningkatan pelayanan, transportasi akomodasi dan konsumsi. Kedua, peningkatan dan terakhir peningkatan  perlindungan.

Berdasarkan survey yang dilakukan selama musim haji tahun 1439H/2018M didapatkan hasil 85,23 dalam kategori sangat memuaskan. Ada kenaikan cukup signifikan hasil survey kepuasan jemaah haji Indonesia dari tahun lalu.

"Secara umum layanan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia telah memenuhi kriteria “sangat memuaskan”. Dibandingkan dengan indeks kepuasan jemaah tahun lalu yang sebesar 84,85, indeks kepuasan layanan jemaah haji 2018 meningkat 0,38 poin," ucapnya.

Bila dirinci menurut jenis pelayanan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus antarkota, yaitu sebesar 88,25. Kemudian berturut-turut adalah pelayanan bus sholawat (87,72), pelayanan petugas (87,38), pelayanan ibadah (87,12), pelayanan katering non-Armina (86,91). Lalu pelayanan akomodasi hotel (86,02), pelayanan lain-lain (85,61), pelayanan katering di Armina (84,38), pelayanan transportasi bus Armina (81,09), dan pelayanan tenda di Armina (77,59).

Berdasarkan pemaparan Erizon, sesuai lokasi tempat pelayanan, indeks kepuasan jemaah tertinggi terdapat pada pelayanan yang dilakukan selama di bandara, yaitu sebesar 89,01. Berikutnya secara berturut-turut pelayanan di Makkah (87,34), pelayanan di Madinah (85,73), dan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (82,60). Survey ini dilaksanakan oleh lima orang pilihan dari para pegawai terbaik BPS.

Kita berharap, semoga tahun ini semua calon jamaah haji bisa diberangkatkan ke tanah suci dan tidak menemui kendala yang berarti, bisa menunaikan ibadahnya dengan lancar dan nantinya menjadi haji mabrur/mabrurah.  (Ags/Usm)