0 menit baca 0 %

Kabar Gembira, Kesiapan Dokumen Jamaah Haji Riau Tuntas 50 Persen

Ringkasan: Riau (Inmas) - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji terus bergulir. Kini memasuki masa pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Ia  menuturkan dalam dua pekan ini Kemenag pusat telah menerima kiriman paspor calon jamaah haji (CJH) dari Kemenag Riau, hal itu diutarakan Kabid PH...

Riau (Inmas) - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji terus bergulir. Kini memasuki masa pengajuan visa haji ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. 

Ia  menuturkan dalam dua pekan ini Kemenag pusat telah menerima kiriman paspor calon jamaah haji (CJH) dari Kemenag Riau, hal itu diutarakan Kabid PHU Kanwil Kemenag Riau Erizon Efendi MPd diruang kerjanya, Selasa (28/05).

Erizon menjelaskan pengiriman paspor CJH secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten dan kota. Kemudian dikumpulkan di tingkat kantor wilayah Kemenag provinsi.

Tercatat sudah 50 persen Paspor Jamaah Calon Haji Provinsi Riau yang akan berangkat tahun ini sudah diterima petugas Haji Provinsi Riau.

Paspor-paspor tersebut sedang diproses petugas Provinsi untuk kemudian diantar ke Kementerian Agama RI di Jakarta guna mendapatkan visa dari Keduataan Besar Arab Saudi.

Erizon memaparkan tahapan proses dokumen yaitu paspor, dimana sampai saat ini untuk pengantaran paspor sudah bisa diantar berdasarkan pra manivest sebanyak 6 kloter ke Kemenag pusat.

Jadi, mulai dari kloter 2 hingga 6, dan sekarang ini yang baru fix penyusunan kloternya dengan segala dokumen ada sebanyak 4 kloter lagi, lanjutnya.

 “Rencana yang 4 kloter ini akan diantar sebelum lebaran, tetapi setelah dicek ternyata tiket penerbangan sudah penuh, memang ada jadwal keberangkatan untuk pergi, namun itu juga melewati dari SBU kita, kita hanya punya SBU sekitar 3 juta, sementara untuk berangkat saja sudah menghabiskan anggaran 2 juta lebih untuk ongkos saja, ditambah lagi untuk tiket pulang pun sudah penuh”, ungkapnya. Maka dipastikan untuk pengantaran paspor jamaah Riau pasca lebaran mendatang.

Ia menambahkan, penempatan akomodasi jemaah haji di Makkah tahun ini akan menggunakan skema baru. Jemaah akan ditempatkan berdasarkan pengelompokan asal daerah pada wilayah atau zona tertentu (zonasi).

Skema zonasi ini diharapkan akan mempermudah pengawasan pelayanan, serta meminimalisir munculnya permasalahan jamaah.

Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering jemaah yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaikan citarasa sesuai dengan selera daerah masing-masing," kata Erizon.

Ditambahkannya berdasarkan Keputusan dirjen nomor 135, bahwa penempatan jamaah di Saudi sudah berdasarkan zonasi wilayah. Untuk Riau sendiri akan ditempatkan di Sisah. 

“Di Sisah ini merupakan penempatan jamaah haji terbanyak di Indonesia, bisa menampung hampir 52 ribu jamaah haji, awalnya 47 ribu tapi data terakhir tercatat sekitar 52 ribu”, sebutnya.

Pihaknya mengaku memang telah dilakukan qur’ah tetapi untuk akomodasi dan hotel.

Kemenag Riau memasang target, pengantaran paspor ke Kemenag RI dan pengurusan visa bisa tuntas secepatnya.

Khususnya untuk kloter-kloter awal pemberangkatan. Dia mengatakan pengajuan visa haji tidak bisa sekaligus. Sehingga proses pengajuan visa perlu didahulukan kloter yang berangkat lebih awal.

Kendati pihaknya memang mengakui sedikit ada kendala ditemui dilapangan terkait penyiapan dokumen beruntungnya sudah bisa diatasi. 

“Ada penyusunan dokumen dari daerah masih menggunakan pola lama, sehingga ketika penyusunan kloter berdasarkan zonasi, mereka harus menata lagi dokumen tersebut”, jelasnya. 

Ia mengatakan sistem yang digunakan sekarang dengan yang dulu itu berbeda.

“Kalau dulu dokumen yang kita susun terlebih dahulu, sekarang kloter dulu yang kita susun baru kemudian disesuaikan dengan dokumennya”, tukasnya lagi.

Sesuai dengan jadwal yang ditargetkan secara nasional Riau termasuk tinggi  terkait penyusunan kloter dan pengiriman paspor. "Sudah rampung 50 persen” imbuhnya. (vera)