0 menit baca 0 %

Kabar Duka Lagi, Jemaah Asal Pekanbaru Tutup Usia Jelang Safari Wukuf

Ringkasan: Riau (Inmas) Innalilahi wa innailaihi roji'un telah berpulang ke Rahmatullah, seorang jemaah calon haji (JCH) Sidi Ali Ramli Yusuf bin Muhammad Yusuf no porsi 400077592, no paspor C.2706554,  warga Gang Amanah II no 3/136 Marpoyan Damai Pekanbaru, Sabtu (10/09).

Riau (Inmas) Innalilahi wa innailaihi roji'un telah berpulang ke Rahmatullah, seorang jemaah calon haji (JCH) Sidi Ali Ramli Yusuf bin Muhammad Yusuf no porsi 400077592, no paspor C.2706554,  warga Gang Amanah II no 3/136 Marpoyan Damai Pekanbaru, Sabtu (10/09). Jemaah berangkat ke tanah suci bersama istrinya Nuraini (64). 

Kabar duka ini datang dari ketua kloter (TPHI) Dr Rialis Muhammad Shaleh, kepada humas, Sabtu (10/08) pukul 11an siang WIB.

Menurut keterangan dokter TKHI Kloter BTH 02 dr Hariya Deatsi Bahar, Jemaah calon haji kloter 2 BTH Rombongan 6 kelompok regu 23 ini, meninggal karena penyakit paru paru yang memang sudah dibawa sejak dari tanah air. Istrinya pun dalam kondisi sakit  juga sejak dari tanah air, sakit paru, gula dan sakit magh.

“Dari sejak awal berangkat memang jemaah ini sudah sakit dan sesak juga, harus dipakaikan oksigen karena bapak ini tak bisa tanpa oksigen”, katanya.

Dokter Hariya menyebut Ali Ramli yang berusia 67 tahun ini memang sudah dilarikan dan dirawat di klinik KKHI secara intensif sejak tanggal 27 Juli 2019, kemudian tanggal 30 Juli 2019 dirujuk oleh KKHI ke RS King Faisal.

Mengetahui jemaahnya mengalami sakit yang semakin parah lalu Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter BTH 02 langsung melakukan tindakan medis dan dibawa ke KKHI” sebutnya.

Dalam hal penindakan yang dilakukan oleh KKHI sudah sesuai prosedur pada umumnya, kemudian berkoordinasi dengan Tim Gerak Cepat (TGC) sektor untuk segera dibawa ke rumah sakit King Faisal. Selama dirumah sakit itulah jemaah dirawat intensif," ujarnya.

Semua sudah dipasang lengkap, mulai dari saturasi oksigen, infus, hingga keteter, sebut Dokter Hariya. 

Saat pihak rumah sakit akan mengevakuasi seluruh jemaah ke ambulan tanggal 09 Agustus 2019, untuk safari wukuf jemaah. Diduga saat evakuasi itu suami dari Nuraini (64) meninggal dunia.

“Kata pihak rumah sakit King Faisal jemaah di dalam ambulans sudah meninggal”, kata dokter Hariya.

Ia tutup usia pada Sabtu (10/08) sekitar pukul 12.10 dini hari WAS di RS King Faisal. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter. Jemaah itu menghembuskan nafas terakhir karena mengidap paru paru. Kini almarhum sudah dimakamkan di Al Soraya Mekkah.(vera)