0 menit baca 0 %

Kabar Duka, 1 Jama’ah Haji Kabupaten Siak Wafat di Makkah

Ringkasan: Siak (Inmas) Kabar duka diterima oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak. Sebagaimana diinformasikan oleh Kepala kankemenag Siak, Drs. H. Muharom yang bertugas di Makkah tentang wafatnya 1 orang jamaah haji asal Kabupaten Siak atas nama Usman Mambo Zainal (72) dengan nomor porsi 400075803 dan p...

Siak (Inmas) – Kabar duka diterima oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak. Sebagaimana diinformasikan oleh Kepala kankemenag Siak, Drs. H. Muharom yang bertugas di Makkah tentang wafatnya 1 orang jamaah haji asal Kabupaten Siak atas nama Usman Mambo Zainal (72) dengan nomor porsi 400075803 dan paspor C-2429333 yang wafat di tanah suci Mekkah. Jemaah warga Pertiwi Perkampungan RT 001 RW 001 ini tergabung pada Kelompok Terbang BTH 20 Debarkasi Haji Antara Riau.

“Assalamualaikum  wr wb, Innalillahi wa'innaillaihi roji'un,. Telah meninggal di tanah suci hari ini tanggal 25 agustus 2019,pukul 8.40 WAS di Rumah Sakit King Faisal bpk  H. Usman Mambo Zainal. Asal pinang sebatang timur tualang kab Siak Riau, Kloter 20 BTH. No.paspor : C 2926161/no.porsi 400075803, diagnosa : MCI, almarhum telah menyempurnakan rukun hajinya.hari ini dimakamkan di  pemakaman soraya makkah, semaga almarhum ditempatkan disisiNya yang paling mulya,semoga khusnul khotimah,...alfatihah.amin.( muharom.)” pesan yang dikirim Kepala kankemenag Siak ke group WA Kankemenag Siak.

Sementara itu, sebagaimana dilansir dalam situs resmi milik kanwil Kemenag provinsi Riau, riau.kemenag.go.id, Ketua kloter Dr Anasri Nurdin menyampaikan jemaah ini memang mulai terlihat gejala penyakitnya sejak di Mina. Usman sempat dirujuk ke RS al Wahdi Mina. “Hanya sehari dirawat disana, beliau sudah dikembalikan lagi tenda, tepatnya tanggal 12 Agustus 2019” jelas Anasri kepada humas Ahad (25/08) pukul 20.59 WIB malam.

Anasri menyebut jemaah lansia ini sudah kelihatan segar, bahkan sudah bisa berkelakar. “Beliau ini kocak, padahal teridentifikasi sakit jantung”, katanya. Hanya saja pasca Armuzna setiba dihotel jemaah drop lagi merasa lemah dan sesak napas,  sambungnya.  “Alhamdulillah Dokter kloter visitasi setiap hari, memasangkan infus, bahkan TPHI dan TPIHI juga rutin mengunjungi beliau untuk memberikan semnagat”, imbuh Anasri.

Setelah itu Usman kelihatan kembali pulih walau masih diinfus. “Sampai pagi tadi kamar petugas digedor gedor teman sekamarnya, dengan ekspresi ngos-ngosan teman sekamarnya bilang pak usman tidak lagi bicara, sudah dingin”, lanjit Anasri bercerita. Alhasil, sontak dokter dan perangkat kloter bergegas ke sana, sebutnya. Ia mengaku Tim TKHI langsung memberikan tindakan cepat. “Gerak cepat, mereka memanggil ambulan satker, tak berselang lama, 5 menit ambulan pun datang” jelasnya

Akhirnya Usman dilarikan ke Rs King Faisal. Namun sampai di RS karena takdir Allah beliau menghembus napas terakhirnya dalam usia 72 tahun pada hari ini Minggu (25/08) pukul 08.30 WAS atau 12.30 WIB siang di RS King Faisal. Sedihnya, menurut cerita dari teman teman sekamar jemaah, Usman selalu berucap ingin meninggal di tanah suci. “Saya ingin meninggal ditanah suci”, kata Anasri mengulang kalimat yang pernah diucapkan almarhum. “Selamat Jalan pak Usman. Semoga Allah jadikan ayahanda Ahli Surga”, ucap Anasri dengan penuh dukacita. (Hd)