0 menit baca 0 %

Kabag TU : Masyarakat Riau Cinta Damai dan Welcome Dengan Semua Etnis

Ringkasan: Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau juga turut serta sebagai salah satu narasumber pada Kegiatan Workshop Manajemen Isu Kerukunan Umat Beragama di Hotel Pangeran Kota Pekanbaru pada Rabu (21/02). Hadir pada kesempatan itu Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB H Junaidi, Kepala Subbid...

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau juga turut serta sebagai salah satu narasumber pada Kegiatan Workshop Manajemen Isu Kerukunan Umat Beragama di Hotel Pangeran Kota Pekanbaru pada Rabu (21/02). Hadir pada kesempatan itu Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama PKUB H Junaidi, Kepala Subbid Penanganan Isu Isu Keagamaan PKUB Kemenag RI Ahmad Heri Faturrahman, Kepala Subbid Pengembangan Dialog dan Wawasan Multikultural M Diansyah.

Pada kesempatan itu, mewakili Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, selaku Kabag TU Kanwil Kemenag Riau mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas terselenggaranya kegiatan workshop. Dimana telah menempatkan Riau sebagai salah satu destinasi kegiatan manajemen isu kerukunan umat beragama.

Mahyudin mengatakan untuk mengangkat masalah strategis tentang kerukunan umat beragama maupun isu isu seputar keagamaan, perlu adanya kegiatan silaturrahmi dalam bentuk workshop ini. Ia mengaku menurut data yang lalu, tercatat ada sebanyak 6,3 juta jiwa lebih populasi penduduk Riau, umat Islam berada pada posisi  tertinggi yaitu berada di angka 88,96 persen, dan Kristen pada posisi 5,7 persen, Katolik 2, 29 persen, dan Hindu 0,21 persen, Budha 2,23 persen, sedangkan Konghu Chu 0,6 persen.

Ia menilai keheterogenan masyarakat Riau yang menyebar dalam banyak etnis, tidak mengurangi keharmonisan dan kerukunan selama ini. “Meskipun semua unsur etnis ada di Riau, tapi masyarakat Riau adalah masyarakat yang cinta kedamaian dan keharmonisan, apalagi masyarakat Riau yang dikenal dengan masyarakat Melayu yang tidak menyukai konflik. Menurutnya masyarakat Riau suka menahan diri, dan sangat welcome dengan para pendatang dari etnis dan suku manapun, selama bisa menjaga kedamaian dan ketentraman.

Kendati demikian kami tidak memungkiri bahwa di Riau pernah terjadi juga beberapa hal yang tidak kita inginkan terkait . “Setidaknya ada sekitar 11 hingga 15 kejadian di Provinsi Riau beberapa kurun waktu terakhir, dari kejadian dan masalah tersebut yang dominan adalah yang terkait dengan pendirian rumah ibadah”, jelas pejabat kalem ini. Alhamdulillah masalah tersebut bisa datasi dengan baik selama ini dikarenakan karakter masyarakat melayu yang cinta kedamaian.

Kami juga tidak menutup kemungkinan, sambungnya bahwa dengan muncul nya isu isu kegamaan di Riau tidak akan bisa terlepas dari peran aktif dan kontribusi para tokoh agama dan masyarakat. “Bagaimanapun Central untuk menyelesaikan isu isu keagamaan terletak pada tokoh tokoh yang hadir pada kegiatan workshop kali ini’, ujarnya menambahkan. “Di pundak mereka lah harapan ini kita tumpukan dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama  di Riau”, imbuhnya.

Mengakhiri materinya Mahyudin mengingatkan agar kita semua waspada dan melek dengan isu isu keagamaan yang muncul ditengah masyarakat. Terkhusus kepada para pimpinan tokoh agama daerah untuk dapat berperan dalam menangani isu isu kerukunan ini.(vera/eka)