0 menit baca 0 %

Kabag TU Kanwil Kemenag Riau buka Rekrutmen Penyuluh Agama Kristen Non PNS

Ringkasan: Riau (Inmas) Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Nomor : B-1837/Dj.4/Dt.IV.1/PP 002.1/11/2017 tanggal 09 november 2017 tentang Pelaksanaan Ujian seleksi dan rekrutmen Penyuluh agama Kristen Non PNS, dalam hal ini Bimbingan Masyar...

Riau (Inmas) Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Nomor : B-1837/Dj.4/Dt.IV.1/PP 002.1/11/2017 tanggal 09 november 2017 tentang Pelaksanaan Ujian seleksi dan rekrutmen Penyuluh agama Kristen Non PNS, dalam hal ini Bimbingan Masyarakat Kristen mengadakan Ujian dan wawancara rekrutmen penyuluh agama kristen Non PNS di Aula atas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kamis 23 November 2017.

Acara yang diikuti oleh 16 Orang peserta dibuka Oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau , Drs. H.Mahyuddin MA didampingi Staf Bimas Kristen, Ronauli Siahaan dan Eronika Damanik. Mengawali pertemuan Rona Selaku Moderator menyampaikan ke enam belas peserta yang ikut ujian merupakan para peserta yang tidak mempunyai para Penyelenggara di Kabupaten Kota yang di Provinsi Riau diantaranya Meranti,Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi.

"Kementerian Agama secara Nasional mempunyai kewajiban bagaimana supaya kehidupan beragama berjalan dengan baik" papar Mahyudin mengawali sambutannya. oleh karena itu kementerian agama mempunyai misi yang sangat pasti bagaimana kita selaku pemeluk agama mampu mengamalkan Pengajaran agama masing-masing.Ini bukan saja menjadi tanggung jawab Bimas Kristen semata akan tetapi keenam agama yang diakui di Indonesia.

Lebih lanjut Mahyudin menambahkan bapak dan ibu yang ikut tes merupakan orang-orang yang beruntung karena jika bapak dan Ibu lulus  seleksi maka bapak dan Ibu merupakan perpanjangan tangan Bimbingan Masyarakat Kristen untuk melakukan pelayanan dan penyuluhan didaerah bapak ibu.oleh karena itu Bapak ibu secara Otomatis menjadi tanggung jawab Kementerian agama dalam hal mewujudkan masyarakat agamis.

Mahyudin berharap semua peserta bisa lulus dan mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai penyuluh agama Kristen sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selamat berjuang paparnya mengakhiri seraya menyerahkan soal yang masih dalam keadaan tertutup kepada salah satu peserta ujian.(belen/juki)