Siak (Inmas) – Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, Drs. H. Nursya membuka pelatihan membaca al-Qur’an metode Hidayatul Qur’an (HQ) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib. Pelatihan yang langsung disampaikan oleh penemu metode HQ ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan para ustadz/ah Ponpes Ittihadul Muslimin.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Drs. H. Nursya menyampaikan tentang program tahfizh yang sedang digalakkan di Kabupaten Siak. Program tahfizh yang sudah mulai dilaksanakan di setiap madrasah mulai dari tingkat RA sampai ke ‘Aliyah dan juga pondok pesantren ini merupakan bagian dari target pemerintah mencetak 1000 hafizh di Kabupaten Siak.
“Oleh sebab itu, mudah-mudahan dengan diadakannya pelatihan ini dapat mempercepat para santri agar bias membaca al-Qur’an dengan baik dan benar dan tentunya tahap selanjutnya akan mencetak generasi hafizh/ah di pesantren kita ini, sehingga ke depan kelak muncul pemimpin berkarakter qur’ani” harapnya.
Sementara itu, Ustadz Jamaluddin, S.Pd.I sebagai salah seorang panitia penyelenggara acara pelatihan membaca al-Qur’an metode HQ menyampaikan kalau kegiatan ini merupakan upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para ustadz/ah di lingkungan Ponpes Ittihadul Muslimin di dalam mengajar membaca al-Qur’an kepada santri didiknya.
Setelah acara dibuka, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan metode HQ (Hidayatul Qur’an) dengan narasumber Drs. H. Nazari sang penemu metode tersebut. Diharapkan dengan pelatihan metode tersebut ustadz/ah tidak kesulitan lagi untuk mengajarkan al- Qur’an kepada para santri apalagi untuk pemula.