Bengkalis
(Inmas) - Di tengah-tengah pandemi penyebaran Covid-19, proses belajar mengajar
serta kegiatan di sekolah lainnya diliburkan dengan tetap berada di rumah (Stay at Home). Hal ini mengakibatkan semua aktivitas dan rutinitas di
satuan pendidikan MTs Miftahul Huda Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau mengalami
sedikit terkendala, termasuk untuk melakukan koordinasi antara Kepala Madrasah
dengan para majelis guru.
Namun
hal ini tidak menyurutkan semangat Kepala MTs Miftahul Huda Rosiman ST, untuk
tetap bisa berkoordinasi dengan para majelis guru, dengan memanfaatkan aplikasi
teleconference atau zoom meeting. Walaupun dalam pelaksanaannya tidak berjalan
secara maksimal, hal ini dikarenakan terkendala masalah zona lokasi atau tempat
tinggal sebagian gurunya yang belum terjangkau jaringan internet.
Rapat
koordinasi via teleconference tersebut digelar Rosiman, pada Rabu (23/04/2020) mulai
dari pukul 21.00 s.d 22.00 WIB, dari tempat tinggal atau rumah masing-masing.
“Permasalahan
yang sangat urgent serta yang paling pertama kami bahas dalam rapat tersebut
adalah kegiatan belajar mengajar melalui media online atau daring dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp Grop, yang
beranggotakan para majelis guru dan wali murid,” jelas Kepala Mts Miftahul
Huda.
Pada
kesempatan tersebut, Rosiman mencoba mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan
para guru MTs Miftahul Huda terkait program kegiatan yang sedang berlangsung,
yakni kegiatan belajar mengajar melalui program daring atau jarak jauh.
Selanjutnya
Rosiman menyampaikan, bahwa program tersebut sampai hari ini tidak berjalan
secara maksimal, hal ini dikarenakan hampir 80% orang tua wali tidak memiliki
sarana dan prasarana yaitu berupa handphone android dan juga jaringan internet.
Sehingga mereka tidak dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar
secara online dari rumah.
“Dari
permasalahan itu, kami membahas beberapa teknis pelaksanaan proses belajar
mengajar yang menurut kami lebih tepat untuk dilakukan, dengan tetap berada di
rumah dan para siswa bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh para guru
mata pelajaran nantinya” tambah Rosiman.
Adapun
hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut, adalah:
Pertama,
seluruh guru mata pelajaran diwajibkan untuk membuat soal secara manual, lalu
diperbanyak (dicopy) sesuai jumlah siswa kelas 7 dan 8 dan dikumpulkan kepada
wali kelas untuk selanjutnya dibagikan kepada para siswa dengan cara diantarkan
langsung ke rumah masing-masing. Hal ini sebagai upaya untuk menyetarakan hak serta
kewajiban siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar selama di rumah.
“Walaupun
ini sulit dan mungkin tidak maksimal, tapi paling tidak ini semua perlu kita
coba agar seluruh siswa tidak ada yang merasa tidak diperhatikan, dan tidak
diberikan tugas atau tidak diberikan hak nya" terang Rosiman.
Kedua,
menghadapi bulan suci Romadhon, diminta kepada wali kelas dan juga majelis guru
untuk bisa memonitor para siswa terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa dan
ibadah wajib lainnya selama bulan ramdhan. Yang salah satu caranya dengan
meminta kerja sama para orang tua wali murid dalam menyampaikan laporan
kegiatan anak-anak mereka selama di rumah. Laporan tersebut bisa dalam bentuk
foto dan juga form yang diisi nantinya, dengan diketahui oleh orang tua wali, tujuan
dari kegiatan ini agar siswa tetap menjalankan ibadahnya walaupun dalam kondisi
pandemi virus covid-19 saat ini.
Ketiga,
diminta kepada seluruh majelis guru untuk aktif, dan berinovatif serta kreatif
dalam memberikan soal-soal ataupun materi kepada peserta didik agar tidak bosan
dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Tugas-tugas yang diberikan tidak
mesti dalam sebuah koridor mata pelajaran namun lebih ke dalam bentuk perbaikan
akhlak serta keadaan kekinian. Bagaimana mereka paham serta mengetahui tentang
bahaya virus Corona tersebut dan atau tentang kehidupan sehari-hari dalam
bersikap dan juga dalam bertindak.
Selanjutnya,
untuk kegiatan PPDB kali ini, akan kita lakukan sebuah kerjasama serta lebih
persuasif dalam program penjaringan, yaitu dengan melibatkan seluruh siswa
kelas 7 dan kelas 8, dan juga siswakelas 9. Mereka akan bergerak di setiap wilayahnya, memberikan informasi tentang profil madrasah
atau memberikan formulir pendaftaran bagi calon peserta didik baru. Hal ini sebagai upaya kita untuk menggantikan kegiatan promosi yang kita tunda sampai dengan
hari ini ataupun tidak akan dilaksanakan mengingat kondisi seperti ini. dan juga dapat meminimalisir pengumpulan massa dalam jumlah yang banyak. Namun bisa
berjalan secara maksimal sesuai yang diharapkan.
Kelima, memberikan teguran secara khusus bagi guru yang tidak proaktif
atau tidak berpartisipasi dalam menjalankan program daring tersebut kepada
siswa, karena ini adalah sebuah tantangan serta tanggung jawab bagi para
pendidik dalam mengemban sebuah amanah secara profesional.
Sebagai penutup, Kepala MTs Miftahul Huda meminta kepada majelis guru untuk bersama-sama berjuang dan berdoa semoga di bulan Ramadan yang mulia ini, virus corona segera berakhir di bumi pertiwi yang kita cintai, sehingga kita bisa aman dalam beribadah dan juga dalam beraktivitas. Kemudian pasca bulan yang fitri nantinya, kita dapat kembali ke madrasah berkumpul dan bercengkrama dengan siswa serta rekan-rekan guru yang lain.
"Dalam kondisi seperti ini, mari tetap kita jaga sebuah integritas dan juga keprofesionalan kita sebagai pendidik, tetap ikhlas dalam mengemban amanah, Insya Allah semua pikiran dan tindakan kita akan dibalas oleh Allah SWT, melalui keberkahan dan keridhoan-Nya. Aamiin," harap Rosiman. (rosi/tfk)