0 menit baca 0 %

Ka MTs Miftahul Huda Gelar Rapat Online via Teleconference

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) - Di tengah-tengah pandemi penyebaran Covid-19, proses belajar mengajar serta kegiatan di sekolah lainnya diliburkan dengan tetap berada di rumah (Stay at Home). Hal ini mengakibatkan semua aktivitas dan rutinitas di satuan pendidikan MTs Miftahul Huda Desa Tasik Serai Kecamatan Ta...

Bengkalis (Inmas) - Di tengah-tengah pandemi penyebaran Covid-19, proses belajar mengajar serta kegiatan di sekolah lainnya diliburkan dengan tetap berada di rumah (Stay at Home). Hal ini mengakibatkan semua aktivitas dan rutinitas di satuan pendidikan MTs Miftahul Huda Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau mengalami sedikit terkendala, termasuk untuk melakukan koordinasi antara Kepala Madrasah dengan para majelis guru.

 

Namun hal ini tidak menyurutkan semangat Kepala MTs Miftahul Huda Rosiman ST, untuk tetap bisa berkoordinasi dengan para majelis guru, dengan memanfaatkan aplikasi teleconference atau zoom meeting. Walaupun dalam pelaksanaannya tidak berjalan secara maksimal, hal ini dikarenakan terkendala masalah zona lokasi atau tempat tinggal sebagian gurunya yang belum terjangkau jaringan internet.

 

Rapat koordinasi via teleconference tersebut digelar Rosiman, pada Rabu (23/04/2020) mulai dari pukul 21.00 s.d 22.00 WIB, dari tempat tinggal atau rumah masing-masing.

 

“Permasalahan yang sangat urgent serta yang paling pertama kami bahas dalam rapat tersebut adalah kegiatan belajar mengajar melalui media online atau daring dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp Grop, yang beranggotakan para majelis guru dan wali murid,” jelas Kepala Mts Miftahul Huda.

 

Pada kesempatan tersebut, Rosiman mencoba mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan para guru MTs Miftahul Huda terkait program kegiatan yang sedang berlangsung, yakni kegiatan belajar mengajar melalui program daring atau jarak jauh.

 

Selanjutnya Rosiman menyampaikan, bahwa program tersebut sampai hari ini tidak berjalan secara maksimal, hal ini dikarenakan hampir 80% orang tua wali tidak memiliki sarana dan prasarana yaitu berupa handphone android dan juga jaringan internet. Sehingga mereka tidak dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar secara online dari rumah.

 

“Dari permasalahan itu, kami membahas beberapa teknis pelaksanaan proses belajar mengajar yang menurut kami lebih tepat untuk dilakukan, dengan tetap berada di rumah dan para siswa bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh para guru mata pelajaran nantinya” tambah Rosiman.

 

Adapun hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut, adalah:

 

Pertama, seluruh guru mata pelajaran diwajibkan untuk membuat soal secara manual, lalu diperbanyak (dicopy) sesuai jumlah siswa kelas 7 dan 8 dan dikumpulkan kepada wali kelas untuk selanjutnya dibagikan kepada para siswa dengan cara diantarkan langsung ke rumah masing-masing. Hal ini sebagai upaya untuk menyetarakan hak serta kewajiban siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar selama di rumah.

 

“Walaupun ini sulit dan mungkin tidak maksimal, tapi paling tidak ini semua perlu kita coba agar seluruh siswa tidak ada yang merasa tidak diperhatikan, dan tidak diberikan tugas atau tidak diberikan hak nya" terang Rosiman.

 

Kedua, menghadapi bulan suci Romadhon, diminta kepada wali kelas dan juga majelis guru untuk bisa memonitor para siswa terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa dan ibadah wajib lainnya selama bulan ramdhan. Yang salah satu caranya dengan meminta kerja sama para orang tua wali murid dalam menyampaikan laporan kegiatan anak-anak mereka selama di rumah. Laporan tersebut bisa dalam bentuk foto dan juga form yang diisi nantinya, dengan diketahui oleh orang tua wali, tujuan dari kegiatan ini agar siswa tetap menjalankan ibadahnya walaupun dalam kondisi pandemi virus covid-19 saat ini.

 

Ketiga, diminta kepada seluruh majelis guru untuk aktif, dan berinovatif serta kreatif dalam memberikan soal-soal ataupun materi kepada peserta didik agar tidak bosan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Tugas-tugas yang diberikan tidak mesti dalam sebuah koridor mata pelajaran namun lebih ke dalam bentuk perbaikan akhlak serta keadaan kekinian. Bagaimana mereka paham serta mengetahui tentang bahaya virus Corona tersebut dan atau tentang kehidupan sehari-hari dalam bersikap dan juga dalam bertindak.

 

Selanjutnya, untuk kegiatan PPDB kali ini, akan kita lakukan sebuah kerjasama serta lebih persuasif dalam program penjaringan, yaitu dengan melibatkan seluruh siswa kelas 7 dan kelas 8, dan juga siswakelas 9. Mereka akan bergerak di setiap wilayahnya, memberikan informasi tentang profil madrasah atau memberikan formulir pendaftaran bagi calon peserta didik baru. Hal ini sebagai upaya kita untuk menggantikan kegiatan promosi yang kita tunda sampai dengan hari ini ataupun tidak akan dilaksanakan mengingat kondisi seperti ini. dan juga dapat meminimalisir pengumpulan massa dalam jumlah yang banyak. Namun bisa berjalan secara maksimal sesuai yang diharapkan.

 

Kelima, memberikan teguran secara khusus bagi guru yang tidak proaktif atau tidak berpartisipasi dalam menjalankan program daring tersebut kepada siswa, karena ini adalah sebuah tantangan serta tanggung jawab bagi para pendidik dalam mengemban sebuah amanah secara profesional.

 

Sebagai penutup, Kepala MTs Miftahul Huda meminta kepada majelis guru untuk bersama-sama berjuang dan berdoa semoga di bulan Ramadan yang mulia ini, virus corona segera berakhir di bumi pertiwi yang kita cintai, sehingga kita bisa aman dalam beribadah dan juga dalam beraktivitas. Kemudian pasca bulan yang fitri nantinya, kita dapat kembali ke madrasah berkumpul dan bercengkrama dengan siswa serta rekan-rekan guru yang lain.


"Dalam kondisi seperti ini, mari tetap kita jaga sebuah integritas dan juga keprofesionalan kita sebagai pendidik, tetap ikhlas dalam mengemban amanah, Insya Allah semua pikiran dan tindakan kita akan dibalas oleh Allah SWT, melalui keberkahan dan keridhoan-Nya. Aamiin," harap Rosiman. (rosi/tfk)