0 menit baca 0 %

Ka KUA Kecamatan Tualang Lakukan Pengukuran Ukur Arah Kiblat di SLB

Ringkasan: Siak (Inmas) - Salah satu fungsi Kantor Urusan Agama dalam memberikan pelayanannya pada masyarakat kecamatan adalah harus turun langsung dan bersama-sama warganya menyelesaikan suatu hal yang memiliki manfaat yang banyak bagi orang luas, seperti memberikan dan membantu warganya dalam mengukur arah k...

Siak (Inmas) - Salah satu fungsi Kantor Urusan Agama dalam memberikan pelayanannya pada masyarakat kecamatan adalah harus turun langsung dan bersama-sama warganya menyelesaikan suatu hal yang memiliki manfaat yang banyak bagi orang luas, seperti memberikan dan membantu warganya dalam mengukur arah kiblat. Hal inilah yang dilakukan oleh Kepala KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Tualang, Najamudin, S.HI.

Kepada Inmas Kankemenag Siak, Najamudin menyebutkan salah satu menu layanan Kantor Urusan Agama Kecamatan Tualang adalah melaksanakan pengukuran Arah kiblat. Kemudian Najamudin selaku kepala KUA selalu mensosialsasikan menu layanan KUA tersbut pada setiap kesempatan baik itu acara formal maupun pengajian-pengajian. Semenjak menjabat di kec Tualang, najamudin menceritakan baru kali ini ada permintaan dari Sekolah Luar biasa (SLB) dibawah binaan Haji Bakri untuk mendirikan Musholla.

Ma dari itu, sebelum Musholla didirikan tentunya arah  kiblat harus ditentukan. Oleh sebab itu, maka Najamudin minta kepada Pengurus SLB untuk membuat surat permohonan pegukuran Arah kiblat di lokasi tersebut. Berdasarkan surat tersebut Najamudin menggandeng ketua RK dan ketua RT serta ketua MUI dan Babinkantibmas untuk sama-sama menyaksikan pengukuran arah kiblat tentunya sesuai dengan alat kompas yang standar dipakai di Kemenag Siak. Najamudin berharap setelah pengukuran arah kiblat ini selesai pembangunan musholla ini segera digesa agar siswa/i yang berkebutuhan khusus dapat praktek ibadah dan beribadah di musholla tersebut.

“Pengukurannya ini sendiri disaksikan oleh beberapa pengurus pembangunan Musholla, yang mana arah kiblat menjadi ketentuan yang harus dipenuhi oleh umat muslim untuk melaksanakan sholat, dan ini harus tepat dalam perhitungannya, untuk perhitungannya sendiri, kami menggunakan kompas dari Kementerian Agama RI dan sesuai ketentuan ilmu falakiyah Indonesia,” terangnya.

Haji Bakri selaku pengurus SLB dan juga salah seorang pengurus pembangunan Musholla sendiri mengatakan, “kami sangat berterima kasih atas bantuan dan layanan dari tim KUA setempat untuk dapat mengarahkan dan membuka arah kiblat yang benar. Semoga pula pembangunan Musholla ini dapat berjalan dengan waktu yang sudah dijadwalkan, sehingga dapat digunakan oleh siswa dan guru SLB untuk beribadah nantinya,” ujarnya. (Hd)