0 menit baca 0 %

Ka.KEMENAG PELALAWAN HADIRI ACARA ISRA’ MI’RAJ RASULLULLAH SAW DI MASJID ISLAMIC CENTRE PELALAWAN

Ringkasan: <!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->Inmas (Pelalawan), Senin 01/04/2019, Ka.Kemenag Pelalawan H.M.Rais,M.Pd.I Bersama Bupati H.M.Harris Beserta Pemerintahan Daerah...

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->Inmas (Pelalawan), Senin 01/04/2019, Ka.Kemenag Pelalawan H.M.Rais,M.Pd.I Bersama Bupati H.M.Harris Beserta Pemerintahan Daerah Pelalawan dan Ormas-Ormas Islam dan Forkapindo dalam Acara Isra’ dan Mikraj Nabi Muhammad S.A.W di masjid Ulul Azmi Kabupaten Pelalawan.

Bupati Kabupaten Pelalawan H.M.Harris Dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh masyarakat dan terutama Pegawai dilingkungan kantor pemerintahan daerah kabupaten pelalawan agar bisa mendengar ceramah Isra’ Mikraj ini nanti yang dibawakan oleh Ustad Yurnalis secara seksama. Sehingga dengan adanya kegiatan ini nantinya bisa menimbulkan keyakinan yang lebih akan kejadian yang telah dialami oleh nabi kita Muhammad S.A.W. dan mari kita bersama-sama menjadi kondusifitas negeri kita ini, supaya berita hoak yang terjadi saat ini bisa kita cari bersama-sama dan sampaikan akan kebenarannya.”jelas beliau

Kakan Kemenag H.M.Rais,M.Pd.I menghimbau kepada seluruh masyarakat terutama pegawai di Tuah Negeri Seiya Sekata ini dengan adanya momen Isra’ dan Mikraj ini kita bisa berbuat sesuatu yang positif dan bermanfaat untuk kemajuan dan perkembangan islam. Sehingga negeri kita bisa menjadi negeri Agamis dan hal-hal yang negatif bisa jauh dari remaja kita kedepannya.”ujar beliau

Dalam ceramahnya Ustadz yurnalis menjelaskan bahwa yang diajarkan paling utama dalam islam itu yaitu keyakinan. Sehingga dengan adanya keyakinan barulah seseorang bisa di katakan muslim, seperti yang telah terjadi pada saat isra’ dan Mikraj nabi dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa dan ke langit yang ketujuh dan hasil dari perjalanan yang dilakukan rasul yaitu Sholat 5 waktu dan ini wajib dilakukan oleh setiap muslim dari usia baliq dan berakal.”terang beliau (Mi)